Ini Alasan Mahfud MD Tak Masuk Tim Kampanye Jokowi-Ma’ruf

0
254
Foto:ist

Jakarta, namalonews.com – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD, tak masuk dalam struktur tim kampanye calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Hal tersebut diketahui dari daftar anggota tim sukses yang disetorkan oleh para sekjen partai koalisi pengusung Jokowi-Ma’ruf di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Menteng, Jakarta, pada Senin (20/8/2018).

Ketika dikonfirmasi, Wakil Ketua Tim Kampanye Jokowi-Ma’ruf, Arsul Sani mengatakan bahwa Mahfud ingin berkonsentrasi di Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

“Karena kan beliau menyampaikan ingin konsentrasi di BPIP,” kata Arsul saat berada di Kantor KPU, Menteng, Jakarta, Senin (20/8/2018).

“Kedua, ini kan boleh berubah, sampai sehari sebelum dimulainya masa kampanye. Proses itu akan terus berlanjut,” tambah Arsul.

Ketika ditanya apakah tim kampanye Jokowi-Ma’ruf masih akan mempertimbangkan untuk memasukan nama Mahfud, Arsul pun mengatakan bahwa hal tersebut mungkin saja terjadi.

“Jadi kami itu ketika komunikasi publik yang kami tangkap belum bersedia, ya enggak kami paksakan. Setidaknya masih perlu komunikasi lagi, lah,” kata Arsul.

Mahfud MD sebelumnya sudah menyatakan alasan serupa. Posisinya di BPIP dirasa Mahfud mewajibkannya bersikap netral. Karena, pekerjaannya berhubungan dengan ideologi Pancasila.

“BPIP ditugaskan Presiden untuk menata ideologi tentu termasuk bagaimana netralitas penyelenggara negara karena BPIP itu badan penyelenggara juga,” ujar Mahfud.

Struktur Tim Kampanye Jokowi-Ma’ruf

Berikut susunan lengkap struktur tim kampanye Jokowi-Ma’ruf.

Dewan Penasehat:

Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Ketua Umum Nasdem Surya Paloh, Ketua Umum PPP M. Romahurmuziy, Ketua Umum Hanura Osman Sapta Odang, Ketua Umum Perindo Hary Tanoe Soedibyo, Ketua Umum PKPI Diaz Hendropriyono dan Ketua Umum PSI Grace Natalie.

Dewan Pengarah:

Jusuf Kalla, Try Sutrisno, Puan Maharani, Pramono Anung Wibowo, Sri Mulyani, Agung Laksnono, Akbar Tanjung, Dimyati Rais, Siswono Yudho Husodo, Suharso Monoarfa, Sidarto Danusubroto, dan Laksamana TNI (Purn) Marsetyo.

Ketua Tim Kampanye:

Belum ditentukan

Wakil Ketua Tim Kampanye:

Jenderal (Purn) Moeldoko, Arsul Sani, Herry Lontung Siregar, Hajrianto Y Thohari, Lodewijk Freidrich Paulus, Abdul Kadir Karding, Jhonny G Plate, dan Eriko Sutarduga.

Sekretaris Tim Kampanye:

Hasto Kristiyanto

Wakil Sekretaris Tim Kampanye:

Dewi Suharto, Raja Juli, Verry Surya Hendrawan, dan Ahmad Rofiq.

Bendahara Tim Kampanye:

Wahyu Sakti Trenggono dan Agus Gumiwang Kartasasmita

Wakil Bendahara Tim Kampanye:

Juliari Batubara, Amir Uskara, Jazilul Fawaid, Syamsudin Andri Arsyad, Riri Lestari Murdiyat, Dudi Purwagandhi.

Juru Bicara:

Tb Ace Hasan Syadzily, Irma Suryani Chaniago, Ahmad Basarah, Arif Budimanta, Arya Sinulingga, Johan Budi, Abdul Kadir Karding, dan Lena Haryana Mukti.

11 Direktorat:

  1. Direktur Perencanaan: Ario Bimo
  2. Direktur Konten: Fikri Satari
  3. Direktur Komunikasi Politik: Usman Kansong
  4. Direktur Media dan Sosmed: Yadi Hendriyana
  5. Direktur Kampanye: Beni Ramdani
  6. Direktur Pemilih Muda: Adi Kusuma
  7. Direktur Penggalangan dan Jaringan: belum ditentukan
  8. Direktur APKB dan Logistik: Marsma TNI (Purn) Usra Hendra Harahap
  9. Direktur Hukum dan Advokasi: Irwan Pulungan
  10. Direktur Saksi: Arief Wibowo
  11. Direktur Relawan: Maman Imanul Haq

Meski begitu, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa nama-nama yang disetor masih dapat berubah sampai sehari sebelum masa kampanye pada tanggal 22 September.

“Mengingat seluruh dokumen sudah diserahkan, persyaratan administrasi sudah diserahkan pada saat pendaftaran paslon, hari ini kami sekali lagi melengkapi susunan dan komposisi dari tim kampanye nasional,” kata Hasto. (Gus Anto/Viwi Yusya/Dari berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here