Inilah Alasan Sandiaga Uno Belum Sowan Ke FPI

0
197
Foto:ist

Jakarta, namalonews.com – Sandiaga Uno, calon wakil presiden satu ini memang sangat gesit dalam bermanuver. Sesudah mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum, Cawapres pasangan Capres Prabowo Subianto ini telah mengunjungi tiga mantan ketua umum Golkar, datang ke kantor PBNU dan juga ke PP Muhammadiyah.

Akan tetapi Sandiaga yang telah diusung oleh partai Gerindra, PAN, PKS dan yang terakhir oleh partai Demokrat ini belum datang ke kantor Front Pembela Islam (FPI).

Bahkan ketika FPI merayakan ulang tahun pada Minggu, 19 Agustus kemarin Sandi juga tak tampak hadir. Apa yang menjadi alasannya?

Sandi juga telah mengaku bahwa dirinya tidak mendapat undangan ketika FPI merayakan ulang tahun. Kebetulan juga dia sedang berada di Makassar, Sulawesi Selatan.

“Nggak ada (undangan), buat saya semuanya kalau ada undangan ada waktu dan kebetulan cocok bisa didatangi saya datang,” kata Sandiaga saat Blak blakan detikcom yang tayang Rabu kemarin dan tayang ulang Kamis hari ini (23/8/2018).

Mungkin saja, lanjut Sandi, undangan itu ditujukan kepada dirinya selaku wakil gubernur DKI Jakarta. Namun setelah dia mengajukan pengunduran diri pada Jumat 10 Agustus 2018, semua atribut Wagub DKI yang melekat di dirinya lepas. “Ajudan, sekretaris pribadi, schedule Wagub DKI pun saya tidak dapat,” kata Sandiaga.

Terkait kemungkinan sowan Habib Rizieq, Sandi mengaku sudah mengirimkan pesan kepada Imam Besar FPI itu yang saat ini sedang di Mekah. Tak lupa pula Sandi juga meminta doa restu dari Habib Rizieq.

Saat perayaan milad FPI hari Minggu kemarin, Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan hadir. Dalam sambutannya Anies mengatakan bahwa FPI bisa menjadi perekat persatuan umat.

“Pada peringatan ulang tahunnya yang ke 20 tahun ini, FPI memiliki peluang ke depan untuk bisa terus membuktikan, bahwa FPI dapat menjadi perekat dalam persatuan umat. FPI berperan penting dalam persatuan dan juga penopang sebuah ketimpangan,” kata Anies.

Anies mengatakan bahwa perjalanan 20 tahun FPI menjadi perjalanan yang menorehkan sejarah. Dia juga berharap FPI dapat menjaga terus persatuan.

“Dalam 20 tahun perjalanan ini yang telah menorehkan sejarah, saya membaca di depan ada kalimat yang amat penting, merajut persatuan umat,” ujar dia.

Anies kemudian bicara tentang keunikan Indonesia. Kelebihan negara Indonesia jika dibanding dengan negara lain menurutnya adalah bukan soal keberagaman. Akan tetapi titik tekannya yaitu persatuan.

“Indonesia memiliki keunikan, sering kali kita disebut keunikannya karena negeri ini beragam. Saudara semua yang saya hormati, negeri ini sangat beragam.Terdapat lebih dari 700 bahasa, memiliki 400 lebih suku bangsa namun sesungguhnya jika hanya beragam, ada banyak negeri lain yang nggak kalah beragam dibanding dari Indonesia,” imbuhnya.

“Yang membedakan itu bukan keberagamannya. Yang membedakan adalah di tengah beragamnya negara ini hadir persatuan,” sambung Anies.

Anies mengatakan bangsa Indonesia sering melupakan kata persatuan dan kerap merayakan perbedaan. Padahal, kata dia, persatuan merupakan kata kunci yang menjadi ciri khas Indonesia.

Ada pun Waketum FPI Ja’far Shiddiq mengatakan bahwa pihaknya menyuarakan 2019 ganti presiden. FPI ingin presiden yang dipilih adalah yang tunduk dan patuh kepada ulama.

“Sekali lagi kami nyatakan kami semua hadirin dan para undangan yang hadir saat ini. Di tahun 2019 nanti, Insyaallah kami semua akan ganti presiden. Ganti presiden.. Dengan presiden yang tunduk patuh terhadap ulama, yang taat ulama dan siap untuk memuliakan ulama,” kata Ja’far Shiddiq. (Gus Anto/Viwi Yusya/Dari berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here