PKS Ajukan Mardani dan Nurmansyah Lubis Jadi Wagub DKI

0
264
Seword.com

Jakarta, namalonews.com – PKS telah menyodorkan dua nama ke partai Gerindra untuk bisa menempati kursi wakil gubernur DKI. Yang dimaksud dua nama tersebut adalah Mardani Ali Sera dan juga Nurmansyah Lubis.

“Menurut kabar karena saya nggak melihat, mendengar dari teman-teman (DPD Gerindra) itu Mardani Ali Sera sama Nurmansyah Lubis,” kata Sekretaris Fraksi Gerindra DPRD DKI, Syarif, saat dimintai konfirmasi, Kamis (23/8/2018).

Syarif mengatakan bahwa PKS menyodorkan nama Mardani dan juga Nurmansyah ketika pendaftaran Pilpres di KPU tanggal 10 Agustus lalu. Saat itu Ketua DPD Gerindra DKI M Taufik juga diminta untuk menandatangani surat tersebut.

“Iya begitu, saya hanya mendengar kabarnya aja begitu, tapi saya nggak melihat. Pokoknya diminta tanda tangan,” terang Syarif.

Pasal 176 Undang-Undang No 10 Th 2016 mengenai Pemilihan Kepala Daerah (UU Pilkada) menjelaskan mekanisme dalam pengisian posisi wagub DKI Jakarta. Pasal 176 ayat (1) UU Pilkada, telah disebutkan partai politik maupun gabungan partai politik pengusung mengusulkan 2 orang calon wakil gubernur DKI Jakarta pada DPRD DKI Jakarta lewat gubernur DKI Jakarta untuk nantinya dipilih dalam rapat paripurna DPRD DKI Jakarta.

Merujuk aturan tersebut, seharusnya PKS dan Gerindra menyodorkan hanya satu nama. Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Iman Satria menyayangkan PKS yang menyodorkan nama lebih dari satu.

“PKS hanya ingin mengajukan nama dari PKS aja, ya kita kan keberatan. Harusnya kan satu Gerindra, satu PKS. Aturannya satu-satu, kita kan partai yang taat aturan,” jelasnya.

Satria menambahkan, sampai saat ini belum ada komunikasi langsung antara PKS dan Gerindra untuk membahas posisi wagub DKI.

“Belum ada obrolan, PKS belum pernah ajak kita untuk duduk ngobrol,” katanya.

Sementara itu, gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan enggan terlibat dalam polemik kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta yang sedang jadi rebutan PKS dan Gerindra. Anies mengatakan, dirinya tak memiliki hak untuk ikut mengusulkan nama pengganti Sandiaga Uno.

“Saya menunggu saja. Sekali lagi sedikit pun saya nggak punya hak,” ujar Anies saat ditemui di Balai Kota, Rabu (22/8/2018).

Penjelasan diberikan oelh Anies bahwa persoalan sosok wakil gubernur yang nanti mendampinginya itu adalah hak dari partai pengusungnya dalam Pilgub DKI 2017 yakni Gerindra dan juga PKS. Siapa pun nama yang diusulkan akan diterima.

“Siapa pun yang diusulkan nanti akan kita bicarakan,” katanya.

Saat ditanya, apakah ia tidak memiliki hak untuk ikut mengusulkan, melihat bahwa nantinya sosok tersebut akan mendampinginya empat tahun ke depan, Anies kembali menegaskan bahwa hak tersebut milik PKS dan Gerindra.

“Kan dulu pencalonan yang berhak mencalonkan siapa? Partai pengusung. Sebetulnya tak ada perubahan. Cuma bedanya kalau dulu jadi pasangan lalu kampanye bareng-bareng. Tapi yang menentukan pasangannya bukan saya, bukan Pak Sandi, tapi partai pengusung,” tuturnya.

“Sama seperti saat ini, tidak ada yang beda. Hanya bedanya kalau kemarin melalui pilkada tapi untuk sekarang pilkadanya telah selesai. Tapi status penentuan pasangannya adalah oleh partai pengusung karena pendukung itu termasuk PAN nah itu ikut menjadi pendukung kemudian tapi kan pengusung awalnya kan dua itu,” lanjut Anies.

Kursi wagub DKI sampai saat ini masih kosong sepeninggal Sandiaga Uno yang memutuskan untuk menjadi cawapres Prabowo Subianto. Karena kekosongan itu, dua partai pengusung PKS dan Gerindra saling berebut. Bukan cuma rebutan kursi wagub, kedua partai juga ikut memperebutkan Anies agar bisa menjadi kadernya. (Gus Anto/Viwi Yusya/Dari berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here