Yusril PBB Isyaratkan Mendukung Pasangan Jokowi-Ma’ruf

0
386
Foto : Jawapos.com

Jakarta, namalonews.com – Partai Bulan Bintang (PBB) sampai saat ini belum menentukan sikap resmi mengenai arah dukungan pasangan capres dan cawapres pada Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

Meski begitu, Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra menegaskan bahwa PBB tidak akan netral dalam Pilpres 2019 nanti. PBB hanya menunggu waktu yang tepat kemana dukungan nantinya akan dilabuhkan, apakah ke pasangan Jokowi-Ma’ruf atau ke pasangan Prabowo-Sandi.

“Nanti PBB akan bersikap, tapi prinsipnya tadi kader-kader PBB lebih sreg dengan pasangan yang ada ulamanya,” tutur Yusril Ihza Mahendra, Rabu (22/8/2018).

Yusril juga menyatakan bahwa PBB akan tetap berpegang pada hasil Ijtima Ulama, yakni mendukung pasangan dimana ada ulama yang maju sebagai perpaduan nasionalis dan religius.

“Pada prinsipnya, PBB akan mendukung ulama yang maju di Pilpres sesuai hasil Ijtima Ulama kemarin,” kata Yusril Ihza Mahendra.

Ijtima Ulama yang diadakan di Hotel Peninsula pada 27-29 Juli sebenarnya merekomendasikan Prabowo untuk berpasangan dengan Dewan Syuro PKS Habib Salim Assegaf dan Ustadz Abdul Somad. Tetapi dalam perjalanannya, Prabowo tidak mengikuti rekomendasi tersebut.

Kedua nama rekomendasi ulama tersebut urung terwujud dan parpol koalisi memutuskan Sandiaga Uno sebagai Cawapres Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto. Menindaklanjuti sikap partai politik koalisi tersebut, GNPF Ulama berencana menggelar ijtima ulama jilid II guna menentukan sikap selanjutnya.

“Saya kira Ijtima Ulama jilid II ini tidak akan memberikan cek kosong,” ujar Ketum Presidium Alumni 212 (PA212) saat dihubungi secara terpisah, Rabu (22/8).

Di sisi lain, Jokowi nyatanya memilih KH Ma’ruf Amin yang adalah Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama sekaligus Ketua Majelis Ulama Indonesia. Menurut Yusril Ihza Mahendra, tidak ada yang membantah bahwa Kiai Ma’ruf Amin ialah ulama.

Ma’ruf Amin jelas keulamaannya serta memegang peran strategis di organisasi keagamaan paling besar di Indonesia. Maka saat Jokowi memilih Ma’ruf Amin sebagai Cawapresnya, partai PBB pun memberikan apresiasi.

Pilihan Joko Widodo dianggap tepat sebagai penghargaan terhadap ulama serta umat Islam. Dengan majunya Ma’ruf Amin, maka diharapkan bisa membawa kedamaian serta kemajuan dalam berbangsa dan bernegara.

“Jokowi-Ma’ruf adalah pasangan umara dan ulama,” kata Yusril Ihza Mahendra.

Perlu diketahui, baru-baru ini dikabarkan bahwa mantan Pengacara Pimpinan FPI Habib Rizieq Shihab, Kapitra Ampera membocorkan hasil Ijtima Ulama jilid 2 yang akan digelar dalam waktu dekat ini tidak akan merubah garis dukungan di Pilpres 2019 mendatang.

Kapitra Ampera meyakini bahwa Ijtima Ulama akan menetapkan dukungan bagi Paslon Prabowo-Sandi walaupun rekomendasi Ijtima Ulama I tak dikabulkan oleh Koalisi Keumatan.

“Sudah dikunci, dukungan tetap ke PAS (Prabowo-Sandi),” ujar Kapitra Ampera, Rabu (22/8).

Juru bicara Persaudaraan Alumni 212 Novel Bamukmin mengatakan Ijtima Ulama II akan diadakan pada 26 Agustus mendatang di Jakarta.

Ijtima Ulama jilid II, Novel mengatakan bahwa mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno atau dibilang dukungan masih dalam sejalan dengan perjuangan 2019 Ganti Presiden. Sebelumnya, PA 212 urung menentukan sikap usai Prabowo tak memilih cawapres dari rekomendasi Ijtima Ulama dan pada akhirnya memilih Sandiaga.

Menurut Novel, Sandiaga Uno pun bukan orang baru di kalangan ulama. Ia menyebut bahwa Sandiaga merupakan satu-satunya calon gubernur DKI Jakarta yang direkomendasikan oleh Ijtima Ulama Jakarta saat itu.

“Hubungan Sandiaga dengan ulama sudah terjalin sejak Pilgub DKI dulu,” ujar Novel. (Gus Anto/Viwi Yusya/Dari berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here