Pemeriksaan Andi Arief oleh Bawaslu Soal Kasus Mahar

0
136
Foto:ist

Jakarta, namalonews.com – Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu telah menjadwalkan untuk memanggil lagi Wakil Sekjen Partai Demokrat yang bernama Andi Arief, yaitu padahari ini,  Senin, 27 Agustus 2018. Dan ini merupakan pemanggilan kesekian kali yang dilayangkan pada Andi Arief.

Bawaslu juga akan memeriksanya untuk dijadikan sebagai saksi atas dugaan mahar politik yang dikabarkan ada sebesar Rp1 triliun dari Sandiaga Uno kepada PAN dan juga PKS.

Pemeriksaan yang dilakukan pada Wakil Sekjen Partai Demokrat yang bernama Andi Arief  ini dijadwalkan dimulai pada pukul sepuluh siang.

Anggota Bawaslu RI yang bernama Rahmat Bagja, akan menyerahkan kepada Andi Arief untuk memenuhi pemanggilan tersebut atau tidak.

Dan menurut komisioner Bawaslu, Rahmat Bagja, pemanggilan itu adalah panggilan keempat untuk Andi.

Dirinya juga berharap Andi Arie juga datang ke kantor Bawaslu guna menjalani pemeriksaan supaya masalahnya bisa segera selesai.

“Kami serahkan kepada beliau akan hadir atau tidak. Kami tidak bisa terus memanggil-manggil jika tidak ada niat untuk hadir,” kata Komisioner Bawaslu, Rahmat Bagja melalui pesan singkatnya pada hari Minggu, 16 Agustus 2018.

Akan tetapi, Rahmat juga telah memastikan bahwa Bawaslu juga akan meneruskan penyelidikan, walaupun Andi Arief dinyatakan tidak hadir dalam pemeriksaan itu.

“Untuk kasusnya tetap berlanjut. Tetapi sulit untuk memanggil terlapor jika tidak ada kehadiran saksi,” katanya.

Wakil Sekjen Partai Demokrat yang bernama Andi Arief ini lagi-lagi dinyatakan kembali tidak memenuhi panggilan Bawaslu.

Bawaslu pada Jumat yang lalu telah lalu mengagendakan pemanggilan Andi sebagai saksi untuk perkara pernyataan Andi melalui akun Twitter-nya mengenai mahar politik Rp1 triliun terhadap PKS dan PAN oleh bakal calon wakil presiden Sandiaga Uno.

Ketika itu, dengan melalui sebuah pesan singkat, Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief mengatakan jika dirinya sebenarnya sudah berjanji hadir di Bawaslu untuk memenuhi undangan ketiga untuk klarifikasi Sebagai saksi dugaan mahar Politik Sandiaga Uno.

Wakil Sekjen Partai Demokrat, Andi Arief juga telah mengungkapkan jika dirinya sudah menghubungi Bawaslu mengenai kemungkinan tidak bisa memenuhi panggilan yang telah dijadwalkan hari itu.

Sebelumnya, Bawaslu RI juga menyatakan akan meminta keterangan dari Wakil Sekjen Partai Demokrat, Andi Arief, mengenai kasus dugaan mahar politik yang melibatkan bakal calon wakil presiden (cawapres), Sandiaga Uno.

Pemeriksaan Andi Arief ini dilakukan supaya bisa membuktikan kebenaran mengenai adanya dugaan pemberian mahar politik yang diduga sebesar Rp 500 Miliar kepada PAN dan juga pada PKS.

Akan tetapi, pada Jumat (24/8/2018), Ketua Bawaslu RI Abhan mengkonfirmasi terkait dengan ketidakhadiran Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief terkait dugaan mahar politik Rp 1 triliun yang dilakukan cawapres Sandiaga Uno kepada PKS dan PAN.

Mengenai Andi Arief yang tidak menghadiri pemeriksaan itu, Abhan menjelaskan yang bersangkutan mengatakan jika saat itu memang sedang ada pihak keluarga yang sakit.

Oleh sebab itu, Bawaslu memutuskan untuk mengagendakan kembali pemanggilan terhadap Andi Arief pada hari ini, Senin (27/8/2018).

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief sebelumnya juga mengungkapkan bahwa dirinya sudah mendapat kabar mengenai ancaman terhadapnya akibat kasus dugaan mahar Rp500 miliar dari Sandiaga Uno ke PKS dan PAN.

Dugaan tersebut muncul berdasarkan ucapan Andi di twitter terkait dengan dugaan pemberian mahar dari Sandiaga Uno kepada PKS dan juga kepada PAN.

Andi Arief juga menyatakan bahkwa dirinya bakal membuat klarifikasi terhadap pihak yang diduga hendak mengintimidasinya. (Rico/Gus Anto/Viwi Yusya/Thoriq/Dari berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here