Setelah Beras, DPR Persoalkan Impor Garam dan Gula

0
264
Foto : istimewa

Jakarta, namalonews.com -Terkait dengan keputusan Kementerian Perdagangan yang mengimpor garam sebanyak 3,7 juta ton, dan gula mentah 111 ribu ton, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menilai kebijakan impor tersebut nantinya akan menyulitkan petani.

“Menteri Perdagangan harus menjelaskankannya pada rapat kerja di DPR, apa pertimbangannya menambah kuota impor garam dan gula mentah, yang dikaitkan dengan kebutuhan industri,” ujarnya Selasa (28/8).

Menurut catatan, pemerintah telah memutuskan mengimpor garam sebanyak 3,7 juta ton untuk memenuhi kebutuhan industri dalam negeri  berdasarkan hitung-hitungan dari Kementerian Perindustrian. Garam tersebut rencananya akan dimanfaatkan 100 ribu perusahaan yang bergerak di bidang sektor petrokimia, kaca, lensa, serta makanan dan minuman.

Namun Keputusan itu bertentangan dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan pada saat yang sama hanya merekomendasikan garam impor sebanyak 2,2 juta ton.

Oleh karena itu Bambang meminta Satgas Pangan untuk melakukan penyelidikan terhadap dugaan penyalahgunaan garam industri untuk konsumsi. Import ini mengakibatkan harga garam rendah di pasaran. Juga berdampak menyulitkan petani garam.

Bambang juga menyoroti keputusan Kementerian Perdagangan yang menerbitkan izin impor gula mentah sebanyak 111 ribu ton yang diperkirakan masuk pada September 2018 nanti.

Ia menilai seharusnya ada pengawasan atas pelaksanaan impor agar sesuai dengan Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 643/2002 tentang Tata Cara Niaga Impor Gula. Seperti, data tentang produksi, konsumsi, dan kebutuhan gula mentah.

Sehingga, Kementerian Perdagangan, Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI), dan Badan Pusat Statistik (BPS) bisa melakukan harmonisasi data tentang produksi, termasuk kebutuhan gula nasional.

Penulis : Agus Yanto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here