Bakal Seru Pertemuan Massa Pro dan Kontra Jokowi di Karawang, 2 September 2018

0
654
Foto:ist

Jakarta, namalonews.com – Karawang adalah sebuah kabupaten di tanah Pasundan, Jawa Barat. Ibu kota Kabupaten Karawang adalah Karawang. Di kabupaten yang menjadi lumbung padi di Jawa Barat itu pada tanggal 2 September 2018 akan berlangsung deklarasi kelompok masa dari pendukung  (pro) Jokowi dan kelompok massa yang menentang (kontra) Jokowi untuk pilres 2019.

Deklarasi dari dua kubu tersebut yang berbeda kepentingan tersebut akan berlangsung di Lapangan Karangpawitan. Lapangan Karangpawitan berada di pusat kota Karawang.

Untuk  keperluan acara tersebut, kedua kelompok sudah melakukan persiapan. Kedua kelompok massa itu pun sudah mengirimkan surat pemberitahuan ke Polres Karawang.

Kelompok #2019GantiPresiden sudah mengirim surat pemberitahuan kepada Polres Karawang pada 10 Agustus. Sementara itu, kelompok massa #2019TetapJokowi juga sudah mengirim surat pemberitahuan ke Polres Karawang pada 27 Agustus 2018.

Dalam surat pemberitahuan disebutkan bahwa kelompok massa#2019GantiPresiden menyatakan akan menghadirkan sebanyak 3.000 orang. Sementara itu, kelompok massa #2019TetapJokowi memberitahu akan menghadirkan kurang lebih 5.000 orang.

Menanggapi rencana deklarasi dari kedua kelompok massa pendukung dan penantang Jokowi tersebut, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jawa Barat, Komisaris Besar Trunoyudo Wisnu Andiko, menyatakan bahwa pihaknya masih mempelajari dan meneliti dua surat pemberitahuan tersebut.

Lebih lanjut, Tunoyudo menyatakan bahwa pihaknya akan menyikapi hal itu dengan pendekatan keamanan dan ketertiban.

“Polda Jawa Barat masih mempelajari dan meneliti dari aspek keamanan dan ketertiban sebagai tupoksi (tugas pokok dan fungsi) Polri,” kata Trunoyudo lewat pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Selasa (28/8/2018).

Sebelumnya, pihak kepolisian tidak memberikan izin penyelenggaraan acara Deklarasi #2019GantiPresiden yang hendak berlangsung di Pekanbaru, Riau dan Surabaya, Jawa Timur pada Sabtu (25/8) lalu.

Dua sosok yang akrab dengan gerakan #2019GantiPresiden, Neno Warisman dan Ahmad Dhani, Mereka pun dilarang menghadiri acara Deklarasi #2019GantiPresiden di dua lokasi berbeda itu. Neno di Pekanbaru sedangkan Dhani di Surabaya pada Sabtu (25/6/2018) lalu.

Baru sampai di Bandara Sutan Syarif Kasim, Neno sudah dihadang oleh ratusan orang di gerbang Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Riau, Sabtu (25/8/2018) sore.  Neno akhirnya mengaku sebagai tokoh penggerak #2019GantiPresiden.

Akhirnya, Neno memutuskan pulang ke Jakarta setelah diminta pulang oleh kepolisian setempat dengan alasan keamanan.

Sementara itu, Dhani ditolak oleh kelompok masyarakat yang tak setuju dengan kegiatan tersebut setelah mendapat penolakan dari massa anti #2019GantiPresiden. Kedua massa antara yang pro dan anti sempat ricuh. Mereka sempat terlibat saling dorong namun dapat dipisahkan pihak kepolisian.

Penulis : Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here