Fariz RM Direhabilitasi di Lido, Inilah Kelanjutan Proses Hukumnya

0
197
Foto:ist

Jakarta, namalonews.com – Proses hukum mengenai kasus penyalahgunaan narkoba yang menjerat musikus Fariz RM telah dipastikan tetap berjalan.

Walaupun untuk saat ini Fariz tengah direhabilitasi di Balai Besar Rehabilitasi BNN di Lido, Sukabumi, Jawa Barat.

Aldo Ferdian selaku Kasat Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Utara AKBP Aldo Ferdian ini mengungkapkan, jika proses rehabilitasi berjalan bersamaan dengan lengkapnya berkas yang selanjutnya akan diserahkan pada jaksa penuntut umum.

Saat dihubungi wartawan, Aldo mengungkapkan jika “Sekarang ini proses dia sambil direhab itu proses hukumnya sementara ini kami bantarkan gitu. Prosesnya tetap lanjut,”, Senin (27/8/2018).

Selanjutnya bagaimana untuk kelanjutan proses hukumnya?

Musisi yang menyanyikan lagu berjudul ‘Sakura’ itu akan menjalani proses rehabilitasi hingga berkas perkaranya lengkap.

Untuk rehabilitasi Fariz RM itu selanjutnya akan dilakukan sampai dengan berkas perkara yang bersangkutan dianggap lengkap dengan jaksa penuntut umum (JPU).

Akan tetapi, tidak dapat dipastikan kapan persisnya berkas perkara itu dinyatakan sudah lengkap.

Dia juga menjelaskan, berdasarkan undang-undang, maka pengguna narkoba merupakan korban, dengan demikian, korban tersebut wajib direhabilitasi.

Polisi pun juga segera berkoordinasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Jakarta Utara.

Aldo juga memaparkan, masa rehabilitasi Fariz akan berakhir ketika berkas yang akan dikirim ke JPU dinyatakan telah lengkap.

Musisi yang terjerat kasus narkoba ini akan segera menjalani persidangan bila berkas-berkas itu telah lengkap.

“Tergantung dari kejaksaan, kalau menganggap ini lengkap, ya lengkap karena yang memutuskan berkas perkara lengkap atau tidaknya ya dari jaksa penuntut umum,” ucap Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Utara AKBP Aldo Ferdian, Senin (27/8/2018).

Aldo juga menambahkan, jika untuk saat ini proses hukum yang bersangkutan untuk sementara masih dibantarkan selama menjalani rehabilitasi.

Akan tetapi, apabila berkas perkara tersebut telah dinyatakan lengkap, maka pihaknya itu akan mencabut pembantaran yang ditetapkan itu.

“Prosesnya juga bisa tetap lanjut, nanti kalau berkasnya sudah lengkap oleh JPU, baru nanti pembantarannya kita cabut lagi.

Kita cabut, kita langsung kirim tersangka ke JPU guna mengikuti putusan pengadilan,” jelas dirinya.

Pernyataan yang demikian itu juga disampaikan oleh Kepala Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Jakarta Utara AKBP yang bernama Yuanita Amelia Sari.

Menurut Yuanita, walaupun memperoleh rekomendasi dari BNNK Jakarta Utara, untuk proses hukum masih akan tetap berjalan.

Dirinya juga menjelaskan “Proses hukum tetap berjalan namun kita bantarkan ke Lido. Proses hukum tetap berjalan, sambil menunggu sidang kita bantarkan ke Balai Besar Rehabilitasi Lido.

Sebelumnya, Fariz telah dibawa ke Balai Besar Rehabilitasi BNN, pada hari Selasa siang sesudah memperoleh rekomendasi dari BBN Kota Jakarta Utea untuk bisa mengikuti asesmen rehabilitasi.

Ketika hari Jumat yang lalu, polisi juga menangkap Fariz yang sedang berada kediamannya, yaitu di kawasan Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten, setelah sebelumnya sudah melakukan pengembangan dari penangkapan.

Dalam penangkapan itu, polisi mengamankan sebanyak dua plastik klip sabu dengan berat bruto 0,90 gram.

Kemudian, polisi juga mengamankan 2 butir tablet dumolid, 9 butir tablet sanax, dan alat isap sabu dari tangan Fariz.

Penangkapan itu ternyata sebagai penangkapan Fariz yang ketiga kalinya terkait kasus narkoba. Pada tahun 2007 dan tahun 2015, Fariz juga pernah ditangkap terkait kasus narkoba.

Musikus senior Fariz Rustam Munaf yang juga populer disapa dengan Fariz RM ini terjerat kasus narkoba untuk yang ketiga kalinya.

Dia pun pada akhirnya menyatakan amat menyesal dan mengaku salah serta berjanji tidak akan mengulangi perbuatan yang dilarang itu. (Rico/Gus Anto/Viwi Yusya/Thoriq/Izzul/Dari berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here