Kritik Ahmad Dhani, Sandiaga Minta #2019GantiPresiden Diberi Ruang

0
712
Foto:ist

Jakarta, namalonews.com – Diketahui, aktivis #2019GantiPresiden, Ahmad Dhani, menyebut massa yang menolak aksinya sebagai idiot. Pernyataan Dhani pun dikritik oleh Sandiaga Uno, bakal cawapres yang mendampingi Prabowo Subianto.

Peristiwa berawal dari Hotel Majapahit Surabaya, Jawa Timur, Minggu (26/8/2018). Dhani menginap di hotel tersebut karena akan menghadiri deklarasi #2019GantiPresiden. Akan tetapi, hotel tersebut dikepung oleh massa yang menolak aksi itu. Dhani tidak bisa keluar hotel untuk menghadiri acara deklarasi.

Dhani lalu menunggu di dalam hotel dengan rekan-rekannya. Sembari duduk di lobi hotel, Dhani membuat video untuk melaporkan keadaan yang dihadapinya. Dhani menilai bahwa para pendemo dirinya aneh. Hal ini dikarenakan mereka mendemo orang yang tak punya kekuasaan. Terucaplah pernyataan ‘idiot’ dari mulut Dhani.

“Ini yang mendemo, yang demo ini yang membela penguasa. Lucu, lucu, ini idiot-idiot ini, idiot-idiot ini. Mendemo, mendemo orang yang tidak berkuasa,” ujar Dhani, sebagaimana terekam dalam video yang menjadi viral itu.

Wanita berjilbab serta seorang lelaki berambut panjang dalam video itu menimpali Dhani. Lelaki tersebut juga menyebut pendemo sebagai idiot.

“Banser idiot,” kata lelaki berambut panjang yang terlihat duduk tak jauh dari Dhani itu.

Beberapa saat kemudian, Dhani pun keluar dari Hotel Majapahit dan ada di Resto Hotel Elmi, Jl Panglima Sudirman, Surabaya. Dhani dimintai konfirmasi tentang pernyataannya yang menyebut Banser sebagai idiot. Dhani pun menjelaskan bahwa bukan dirinya yang menyebut Banser idiot, melainkan pria berambut panjang yang saat itu duduk di dekatnya.

“Saya tidak mengatakan Banser idiot. Saya nggak ngomong, lihat saja di video saya tidak ngomong,” ujar Dhani.

Sebenarnya partai yang menaungi Dhani, yakni Partai Gerindra, sudah melarang kadernya untuk berkata negatif selama tiga pekan. Larangan ini datang langsung dari Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto. Akan tetapi, Dhani mengaku tidak tahu mengenai larangan itu.

“Saya nggak tahu kalau ada imbauan soal itu. Nggak tahu saya,” ungkap Dhani yang adalah bakal calon legislatif dari Gerindra ini.

Selang sehari, Sandiaga Uno pun memberikan komentar tentang ujaran ‘idiot’ dari Dhani terhadap para pendemonya. Menurut Sandi, ujaran dari Dhani itu bermuatan negatif serta sebaiknya dihindari.

“Ya, tentunya negatif dan menurut saya alangkah baiknya kita tak menggunakan kata-kata yang mendegradasi atau mend-downgrade. Kita gunakan kata-kata yang seharusnya menyanjung, kata-kata yang mengangkat semangat,” ujar Sandiaga saat berada di posko relawan, Jl Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (27/8/2018).

Merespons kritikan Sandi, Dhani lalu menanggapi. Dia tidak mempermasalahkan kritikan Sandiaga. Hal ini dikarenakan masing-masing orang mempunyai cara sendiri untuk menilai sesuatu.

“Ya nggak apa-apa, kan Bang Sandi punya caranya sendiri,” ujar Dhani saat berada di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (27/8/2018).

Masih soal gerakan #2019GantiPresiden, Sandiaga Salahuddin Uno angkat bicara tentang aparat yang ikut melarang kegiatan tersebut. Menurut Sandi, sejauh ini gerakan itu legal dan tak bertentangan dengan undang-undang.

Sandi menekankan bahwa sudah seharusnya kegiatan #2019GantiPresiden diberikan ruang. Selain itu, Sandi menekankan harus bijak dalam menyikapi polemik itu.

Sandi menginginkan ajang kontestasi Pilpres 2019 berjalan secara damai. Jika kegiatan menyampaikan dukungan mendapatkan larangan, apalagi dari aparat penegak hukum, maka tidak ada gunanya berdemokrasi.

Sandi menjelaskan bahwa masyarakat perlu diberikan pemahaman mengenai perbedaan pilihan dalam berdemokrasi tidak dijadikan penyebab perpecahan. Aparat penegak hukum juga diharapkan bisa mengawal proses demokrasi secara baik. (Rico/Gus Anto/Viwi Yusya/Thoriq/Izzul/Dari berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here