Payah, Tak Boleh Terbang Gara-Gara Pilot Izinkan Neno Warisman Pakai Mik di Pesawat

0
5344
Foto:ist

Jakarta, namalonews.com – Gara-gara mengizinkan kepada seorang penumpang pesawat menggunakan mik untuk berpidato di pesawat, pilot dan awak pesawat yang memberi izin tersebut tidak diperbolehkan terbang.

Penumpang pesawat tersebut adalah Neno Warisman, seorang aktivis #2019GantiPresiden. Dulunya Neno adalah penyanyi dan bintang film era 1980-an. Sekarang, Neno aktif di dunia religi, sosial dan pendidikan, terutama pengasuhan, peran ibu dan peran keayahan.

Neno berpidato di atas pesawat Lion Air dari Bandara Sultan Syarif Kasim II di Pekanbaru menuju Bandara Udara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Pidato itu, dilakukan Neno dengan menggunakan public address system (PAS, mikrofon pesawat/mik).

Kemudian Lion Air, melalui Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro memberikan penjelasan terkait dengan izin yang diberikan kepada Neno.

“Setelah pesawat terbang beberapa menit dan tanda dikenakan sabuk pengaman dipadamkan, salah satu penumpang meminta izin kepada awak kabin untuk menggunakan alat PAS guna menyampaikan atau mengumumkan sesuatu kepada penumpang lain,” ujar Danang lewat keterangan tertulisnya, Selasa (28/8/2018).

Awak kabin yang bertugas di bagian depan mengizinkan Neno. Kemudian, seperti diketahui lewat video yang beredar, Neno meminta maaf kepada para penumpang dan berbicara tentang penghadangan yang dialaminya saat akan menggelar deklarasi gerakan #2018GantiPresiden di Pekanbaru.

“Permintaan itu dikabulkan dan diizinkan oleh awak kabin yang bertugas di bagian depan. Penumpang tersebut memanfaatkan peralatan PAS dimaksud untuk berbicara dan komunikasikan hal-hal yang ingin disampaikan kepada penumpang lainnya,” ujar Danang.

“Pada saat penumpang tersebut berbicara, waktu yang bersamaan ada penumpang lain yang mengambil gambar atas kejadian tersebut dan disebarluaskan setelah mendarat di Soekarno-Hatta, sebagaimana gambar dan video yang beredar luas di masyarakat,” sambung dia.

Peristiwa ini terjadi saat Neno hendak kembali ke Jakarta, Sabtu (25/8/2018) lalu. Pesawat lepas landas pukul 22.25 WIB dan mendarat dengan baik di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada pukul 23.53 WIB.

Selanjutnya, Danang menyatakan bahwa tindakan persetujuan pemberian izin  penggunaan mik terebut merupakan bentuk pelanggaran.

“Persetujuan tersebut merupakan pelanggaran ketentuan pengoperasian pesawat perusahaan dan peraturan perusahaan. Lion Air sudah mengenakan sanksi kepada awak pesawat baik penerbang (pilot) dan awak kabin yang memberikan izin penggunaan peralatan PA, berupa tidak boleh terbang atau ”grounded”,” ucap Danang, dalam keterangannya, Selasa (28/8/2018).

Persetujuan dan atau pemberian izin kepada seseorang yang bukan awak pesawat dalam menggunakan peralatan yang ada di pesawat, tambah Danang hanya boleh dioperasikan atau digunakan oleh awak pesawat tidak boleh terjadi.

“Kejadian tersebut juga telah kami laporkan ke Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan,” ucap dia.

Sebenrnya, isi pidato yang dilakukan Neno di dalam pesawat adalah permintaan maafnya karena ia menyebabkan pesawat menuju Jakarta itu delay selama satu jam.

Menurut rencana, Neno akan melakukan deklarasi #2019GantiPresiden di Pekanbaru pada Minggu (26/8/2018). Namun, saat tiba di Bandara Sultan Syarif Kasim, pada Sabtu (25/8) Neno dihadang oleh sejumlah orang. Akhirnya,  Neno diminta oleh petugas untuk kembali ke Jakarta karena kondisi keamanan tidak kondusif.

Penulis : Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here