Fahri Hamzah Menduga Presiden Joko Widodo Terlibat Pengadangan Aktivis #2019GantiPresiden

0
267
Foto:ist

Jakarta, namalonews.com – Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mempunyai dugaan jika Presiden Joko Widodo terlibat dalam pengadangan sejumlah aktivis #2019GantiPresiden pada beberapa daerah.

Hal itu dinyatakan Fahri pada saat menerima aduan aktivis #2019GantiPresiden di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (28/8/2018).

Dalam acara tersebut, sejumlah aktivis #2019GantiPresiden juga hadir, diantaranya seperti Neno Warisman dan Ahmad Dhani.

Fahri juga menilai jika dirinya melihat ada pola yang sama atas pengadangan dan persekusi ini.

Sejumlah aktivis lain juga menceritakan hal serupa. Pada dasarnya, mereka menduga ada keterlibatan oknum aparat baik BIN dan kepolisian untuk menghalangi deklarasi #2019GantiPresiden ini.

Fahri melihat ada pola yang sama atas pengadangan dan persekusi ini.

“Ini pola kan karena saya juga pernah dipersekusi. Bagaimana ada orang banyak masuk airport bawa parang. Itu kan instalasi vital negara, enggak boleh disentuh,” kata dia.

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah juga memberi masukan dan nasihat kepada pemerintah Joko Widodo atau Jokowi, mengenai keadaan daalm mengahadapi #2019GantiPresiden yang saat ini sedang tumbuh.

Nasihatnya, sebaiknya ada dalam benak pemerintah jika satu-satunya menghadapi aspirasi masyarakat yaitu dialog.

Fahri mengatakan lewat pesan singkatnya yang di terima wartawan, Selasa (28/8/2018).

“Itu hukum besi dalam berdemokrasi. Karena demokrasi itu artinya memfasilitasi pebedaan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.

Fahri juga melanjutkan jika dialog itu, dikenal dalam negara yang berdemokrasi. Beda dalam pemerintahan otoriter, dimana mereka tidak mengenal dialog, namun mengenal apa yang disebut tujuan menghalalkan cara.

Kemudian untuk kaitannya dengan gelombang yang ada saat ini, menggunakan hastag/taggar #2019GantiPesiden, banyak yang mengatakan jika itu merupakan kampanye dini.

Padahal, gerakan tersebut sudah dimulai sebelum semua mengetahui jika calon pesiden ini hanya dua.

“Kemudian bagaimana dia apabila calonnya hanya dua, artinya kan ganti presiden, mengganti Jokowi. Sebenarnya itu kabar baik bagi pak Jokowi. Jangan lupa bahwa aspirasi itu mengirim pesan kepada pak Jokowi bahwa ada gelombang menginginkan dia diganti,” ucapnya.

Fahri juga mengibaratkan jika dirinya di pihak Jokowi, justru akan merasa sangat bersyukur. Sebab, ini (gelombang #2019GantiPresiden) deteksi dini. Dirinya pun akan memanggil para penasihat dan orang-orang sekeliling guna mempertanyakan perihal tersebut.

Selanjutnya, Fahri pun mengatakan ibu idealis seperti Neno Warisman itu tidak memiliki record buruk, melainkan jika Jokowi tidak mengerti siapa dia (Neno).

Tidak ada record buruk yang dalam sejarah (dia seniman, aktivis, dan positif selama ini). Karena itu, kalau pun Ibu Neno yang memberikan warning, menurutnya, mestinya Jokowi berterimakasih.

Menurut Fahri, pemerintah menciptakan iklim kondisi yang kondusif kepada mereka. Bahkan kalau ada orang oposisi sebesar ini, sebaiknya Presiden Jokowi mengambil posisi supaya situasi berbalik dan kemudian masyarakat menjadi mencintainya.

Cara berfikirnya pak Jokowi seharusnya seperti itu, ujar Fahri. Sehingga kepada penasihat-penasihatnya itu, memberi masukan kepada presiden tentang bagaimana melampaui situasi ini, bagaimana cara kita tulus didepan publik.

Bagaimana orang rasional seperti Neno Warisman, Rocky Gerung dan Ahmad Dani yang menangkap kebaikan itu yang dimaksud oleh presiden sebagai kebaikan.

Fahri juga menambahkan jika penasihat-penasihat, bukannya justru menyetujui sikap brutal dan tidak demokratis seperti yang ditunjukan seperti sekarang ini. Yang ini pasti akan menghancurkan presiden.

Ini disampaikan kepada Presiden Jokowi, sebab tidak mau demokrasi di Indonesia terancam. Bahkan, Fahri mengatakan ingin pemeintahan saat ini sukses, terlebih lagi dalam menjalankan transisi menuju pemilu 2019 yang akan datang. (Rico/Gus Anto/Viwi Yusya/Thoriq/Izzul/Dari berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here