Nina Tamam Tak Kuasa Menahan Tangis Setelah Gugatan Cerainya Diterima

0
526
Foto:ist

Jakarta, namalonews.com – Nina Tamam sudah resmi bercerai dari mantan suaminya, Erikar Lebang. Hal tersebut diperkuat oleh kuasa hukum Nina dalam gugatan cerainya, Asgar H. Sjarfi ketika ditemui seusai sidang di Pengadilan Agama Jakarta Selatan, pada hari Kamis, 30 Agustus 2018.

“Hari ini sudah diputuskan, mereka (Nina dan Erikar) sah cerai sebagai suami istri. Gugatannya sudah diterima (Pengadilan Agama)”, terang Asgar membenarkan perceraian Nina Tamam.

Asgar juga menjelaskan bahwa seharusnya sidang yang beragendakan saksi beserta pembuktian. Akan tetapi, kedua belah pihak telah satu suara untuk bercerai, sehingga putusan pun ditetapkan oleh majelis hakim dalam persidangan perceraian tersebut.

“Agenda ini sebenarnya untuk saksi, yakni pembuktian. Cuma, tadi dari kedua belah pihak sudah menjelaskan, terus juga sudah datang. Dari penjelasan Bu Nina sudah lengkap. Erik pun sudah mengakui keterangan Bu Nina. Jadi, langsung diputuskan (oleh majelis hakim)”, lanjut Asgar.

Sidang perceraian yang dimulai pada pukul 12.00 WIB tersebut juga dihadiri oleh dua sahabat dari Nina dan Erikar yang dalam persidangan tersebut berperan sebagai saksi.

“Iya, ada saksi dua. Saksi ini dari sahabatnya Bu Nina. Tapi sebenarnya mereka sahabat dari Erik juga. Jadi, sekalian saksinya. Jadi, hakim menerima (keputusan bercerai)”, jelas Asgar.

Pada tanggal 19 April 2018 yang lalu, Nina Tamam telah menggugat cerai Erikar di Pengadilan Agama Jakarta Selatan. Pasangan ini telah menikah pada tanggal 29 Agustus 2002, dan dari pernikahan tersebut mereka dikarunia seorang anak.

Mendengar proses perceraiannya dengan Erikar telah resmi sah, Nina Tamam tidak dapat menahan air matanya. Hal tersebut disampaikan oleh Asgar.

“Nina tabah, tapi juga nangis. Saya tahu, ini kan perceraian ya. Musibah buat keduanya. Jadi, saya lihat dia tabah, nangis tapi dia tahan-tahan”, tutur Asgar di Pengadilan Agama.

Dalam perceraiannya dengan Erikar, Nina Tamam tetap berharap hak asuh anak semata wayangnya bisa jatuh kepadanya. Namun demikian, hasil keputusan dari majelis hakim menyatakan bahwa hak asuh anak jatuh kepada sang mantan suami, Erikar.

Menanggapi hal tersebut, melalui kuasa hukumnya, Nina telah menerima semua hasil keputusan dari majelis hakim. Nina ikhlas menerima jika Erikar yang memiliki hak asuh anak semata wayangnya. Ia beranggapan, hasil keputusan tersebut merupakan kesepakatan bersama-sama, sehingga tidak ada pihak yang dirugikan atau dipersulit untuk bertemu dengan sang anak.

“Kami ingin, hak asuh anak untuk ke Bu Nina, untuk suatu saat bisa bersama-sama. Tapi tidak usah, karena kesepakatan bersama-sama”, terang Asgar.

Asgar juga menjelaskan bahwa hubungan komunikasi antara Nina dan Erik masih terjalin dengan baik meskipun keduanya telah sepakat untuk mengakhiri hubungan pernikahan yang telah mereka jalin selama ini. Karena itulah Nina menyetujui apabila anak semata wayangnya tinggal bersama sang ayah.

Menurutnya, meskipun hak asuh anak jatuh kepada Erikar, Nina telah membuat kesepakatan dengan Erikar, sehingga kapan pun, apabila Nina ingin bertemu dengan anaknya, tidak akan dipersulit oleh Erikar.

“Bu Nina kan, kita lihat baik-baik saja (hubungan komunikasi) sama Erik. Jadi, anytime, Bu Nina bisa datang ke rumah Erik”, terang Asgar.

Kuasa hukum Nina juga mengatakan bahwa meskipun tinggal di rumah Erikar, namun keduanya tetap mengasuh sang anak bersama-sama.

“Iya, diasuh bersama-sama, tapi keberadaan anak berada di Erik”, pungkas Asgar. (Rico/Gus Anto/Viwi Yusya/Thoriq/Izzul/Dari berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here