Tanggapan Mengenai Momen Menarik Presiden Jokowi dan Prabowo Dipersatukan Di Asian Games 2018

0
815
Foto:ist

Jakarta, namalonews.com – Pada saat pertandingan final pencak silat Asian Games 2018 ternyata ada pemandangan yang menarik, juga dapat dikatakan menyejukkan, yang mana acara tersebut berlangsung di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Rabu (29/8/2018) kemarin.

Momen final itu ternyata telah dihadiri oleh calon presiden Prabowo Subianto yang juga termasuk Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) dan Presiden RI sekarang ini, yaitu Joko Widodo (Jokowi).

Pada kesempatan tersebut, Jokowi menghadiri ketika laga antara pesilat Indonesia, Hanifan Yudani Kusumah, yang bertanding dengan Thai Linh Nguyen (Vietnam) pada kelas C (55-60 kg).

Kedatangan Jokowi dan Prabowo tersebut membuat para penonton di TMII langsung bersorak gembira. Prabowo dan Jokowi memang sudah diketahui akan kembali bersaing dalam pemilihan presiden 2019 yang akan datang.

Ketika mendatangi acara tersebut, Jokowi segera menyalami Prabowo, kemudian mereka akhirnya duduk berdampingan.

Kejadian yang menyejukkan terjadi ketika Presiden Jokowi serta Prabowo disatukan oleh atlet pencak silat Indonesia, yang bernama Hanifan Yudani Kusumah. Dia mampu mengalahkan Thai Linh Nguyen (Vietnam). Hanifan telah sukses menyumbang emas yang ke-29 untuk negara Indonesia.

Sesudah dirinya melakukan selebrasi, Hanifan seketika langsung menghampiri ke tempat Presiden Jokowi serta Prabowo berada.

Sesudah bersalaman serta memperoleh ucapan selamat, Hanifan seketika menyatukan Jokowi dan Prabowo yaitu dengan cara memeluk keduanya. Dan mereka bertiga akhirnya berada dalam satu pelukan.

Elite Partai Keadilan Sejahtera (PKS) juga mengapresiasi kejadian yang dinilai sejuk yang dibangun pesilat pria Indonesia Yudani Kusumah Hanifan ketika mengajak Presiden Jokowi dan Prabowo berangkulan di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta Timur, Rabu (29/8/2018) kala itu.

“Kita perlu apresiasi suasana sejuk yang dibangun,” ujar Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera, Rabu (29/8/2018).

Dirinya sangat berharap jika suasana sejuk penuh silaturahim antartokoh politik, yakni Jokowi dan Prabowo serta kedua pendukung dapat selalu terjaga sampai dengan pilpres 2019.

Mardani juga mengungkapkan, sebagai kandidat calon presiden, Jokowi dan Prabowo akan berkompetisi di Pilpres 2019 yang akan datang. Akan tetapi, tali silaturahim sebaiknya selalu dijaga oleh kubu Jokowi dan juga kubu Prabowo.

Dirinya juga berpesan, bahwa suasana silaturahim tersebut sebaiknya juga mesti dijaga. Tetap berkompetisi serta tetap jaga silaturahim.

Momen Joko Widodo (Jokowi) yang tampak berpelukan dengan Prabowo Subianto di venue pencak silat Asian Games 2018 ini ternyata tak hanya disambut positif oleh berbagai kalangan masyarakat saja. Akan tetapi, putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka juga mengapresiasi keduanya.

Ungkapan tersebut juga disampaikan Gibran melalui Twitternya (@Chilli_Pari). Ayah dari Jan Ethes itu me-retweet postingan video yang memperlihatkan ketika pesilat Hanifan Yudani Kusumah merangkul Jokowi-Prabowo yang selanjutnya memeluk bersamaan.

“Saya suka,” kata Gibran dengan sangat singkat.

Setelah memenangi pertandingan, Hanifan seketika itu juga segera berkeliling sambil membawa bendera Merah-Putih, kemudian dirinya menyambangi area kursi VVIP.

Hanifan juga bersalaman dengan sejumlah orang, termasuk Jokowi. Setelah itu, Hanifan menyalami dan memeluk Prabowo Subianto. Yang unik darinya yaitu ketika mengajak Jokowi dan Prabowo berpelukan.

Hanifan juga mengatakan “Biar tahu masyarakat Indonesia, Prabowo dan Jokowi sebenarnya tidak ada apa-apa. Hanya itu orang-orang yang sirik karena kesuksesan mereka. Saya sebagai insan silat Indonesia bahwa silat itu artinya silaturahmi. Jadi kita harus jaga menjaga hati kita sama-sama. Kita satu bangsa, satu negara, masak kita harus terpecah-belah karena hal tidak penting. (Rico/Gus Anto/Viwi Yusya/Thoriq/Izzul/Dari berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here