Canda Prabowo: Kelihatan dari Tampang, Kredit Belum Lunas

0
332
Foto:ist

Jakarta, namalonews.com – Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus bakal calon presiden Prabowo Subianto, membicarakan terkait dengan perekonomian yang masih sulit dalam bedah bukunya. Dalam kesempatan itu, bahkan bakal calon presiden ini sempat melontarkan candaan kepada para tamu undangan sembari bercanda soal penghasilan mereka yang masih rata-rata.

Awalnya, Prabowo hanya berbicara tentang kekuatan emak-emak yang menurutnya cukup signifikan. Prabowo menjelaskan, emak-emak akan terus berjuang untuk kepentingan anak serta cucunya.

“Untuk apa kita bernegara, kalau anak cucu kita melarat. Itulah yang kita hadapi sekarang, negara ‘Paradoks Indonesia’”, tegas Prabowo Subianto.

Hal tersebut disampaikannya ketika memberikan sambutan dalam acara Bedah Buku ‘Paradoks Indonesia’ yang berlokasi di Hotel Sahid, Jalan Sudirman, Jakarta, pada hari Sabtu, 1 September 2018.

Prabowo kemudian menceritakan kisah soal pemuda pengemudi kereta golf. Menurut Prabowo, anak muda itu menceritakan keluh kesahnya terkait dengan kondisi negara Indonesia kepadanya.

“Anak muda yang jadi pengemudinya (berkata), ‘Pak, selamat ya Pak, kita sudah capek Pak, di bawah, Pak kita dijajah Pak’. Anak segede itu merasa Indonesia dijajah. Kalau dia tidak melihat negara kita dijajah, memang benar, hatinya beku, tidak punya insting lagi”, jelas Ketua Umum Partai Gerindra ini.

Dalam menyampaikan sambutannya itu, Prabowo pun juga mengatakan bahwa apa yang terjadi di lapangan, berbeda jauh dengan apa yang disampaikan oleh pemerintah. Menurutnya, kondisi perekonomian Indonesia sampai saat ini belum ada kemajuan.

“Kalau kita lihat TV, ekonomi bagus, aman terkendali. Infrastruktur berani dibangun. Asian Games menang, peringkatnya baik. Tapi, mencari uang semakin sulit, karena pengangguran terus naik dengan tolok ukur penghasilan 600.000 rupiah per bulan, itu dikatakan miskin”, terang eks Danjen Kopassus ini.

Kemudian, Prabowo Subianto juga sempat melempar guyonan kepada warga yang hadir dalam acara bedah bukunya. Prabowo menyampaikan mengenai penghasilan warga yang masih pas-pasan.

“Kelihatan dari tampang kalian, penghasilannya, ya, begitulah kira kira. Kreditnya banyak yang belum lunas”, canda Prabowo kepada para hadirin.

Bakal calon presiden pasangan Sandiaga Uno untuk Pilpres 2019 ini pun menjelaskan bahwa Indonesia banyak tertinggal oleh negara-negara lain, hampir dari semua indikator. Prabowo membeicarakan mengenai banyaknya kasus stunting fisik hingga sel otak yang tidak baik.

“Yang sangat menonjol adalah setelah 73 tahun merdeka. Anak-anak kelaparan, di Indonesia tidak enak, terus terang. Stunting fisik, sel otaknya tidak baik. Artinya, sepertiga rakyat Indonesia tidak dapat bersaing dengan bangsa-bangsa negara lain”, terang Prabowo.

Prabowo juga menambahkan terkait dengan kondisi Indonesia yang telah dikuasai oleh korporasi sebesar 80%.

“Menurut Walhi, tanah bumi kita (Indonesia) 80 persen dikuasai korporasi. (Indikator) kesehatan, mendapatkan air bersih (berada di peringkat) 123 dari 124 negara. Yang penting kita kerja, kerja, kerja. Pertanyaannya, kerja untuk siapa?”, terang Prabowo.

Indonesia, disebutkan oleh Prabowo, berposisi sebagai negara di peringkat pertama pada indikator binatang hampir punah. Ia juga menyindir soal peringkat prestasi Indonesia yang relatif buruk, yakni untuk cabang olahraga sepakbola.

“Indikator sepakbola, Indonesia lumayan peringkat 164 dari 171 (negara), 7 besar dari bawah. Kita masuk Piala Dunia pada tahun 2135”, jelas Prabowo.

Sistem yang dianut oleh Indoensia dijelaskan oleh Prabowo menjadi penyebab utama kekayaan Indonesia justru mengalir ke luar, dan tidak memberikan manfaat yang optimal bagi bangsa dan negara. (Rico/Gus Anto/Viwi Yusya/Thoriq/Izzul/Dari berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here