Demokrat Tegaskan Deddy Mizwar Sebagai Jubir Jokowi-Ma’ruf Hanya Isu

0
206
Foto:ist

Jakarta, namalonews.com – DPD Partai Demokrat Jawa Barat memberikan klarifikasi mengenai kabar yang menyangkut salah satu kadernya, yaitu Deddy Mizwar. Seperti yang diketahui, Deddy Mizwar dikabarkan telah didapuk menjadi juru bicara (Jubir) pasangan Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin dalam Pilpres 2019 mendatang.

Ketua DPD Partai Demokrat Jabar Irfan Suryanagara menegaskan bahwa sampai saat ini Deddy Mizwar adalah kader Partai Demokrat serta menjabat sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Daerah (MPD) DPD Partai Demokrat Jabar.

“Karena ada isu isu, Pak Demiz (Deddy Mizwar) telepon saya, makanya kita klarifikasi,” kata Irfan usai pertemuan dengan Deddy Mizwar yang bertempat di Kantor DPD Partai Demokrat Jabar, Jalan Prof Dr Sutami, Kota Bandung, pada Kamis (30/8/2018).

Menurut Irfan, berdasarkan hasil pertemuannya dengan Deddy Mizwar, pihaknya mendapatkan kepastian bahwa Deddy Mizwar tak pernah menandatangani surat keputusan (SK) mengenai penunjukkan dirinya sebagai jubir Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Tidak ada kabar beliau menerima SK jadi jubir, kata beliau yang saya terima hanya SK Ketua MPD Jabar. Sampai tadi sore, Pak Demiz masih sebagai kader Demokrat dengan Ketua MPD DPD Demokrat Jabar, itu hanya isu,” kata Irfan diplomatis.

Irfan juga menekankan, berdasarkan pengakuan Deddy Mizwar yang menyatakan bahwa dirinya masih sebagai kader Partai Demokrat, tentu Deddy Mizwar akan vatsun dengan sikap partainya yang sudah memutuskan mengusung Prabowo-Sandiaga dalam Pilpres 2019.

Irfan menjelaskan bahwa menurut keterangan dari Deddy Mizwar, sampai sekarang tidak ada kesepakatan menjadi jubir Jokowi-Ma’ruf. Pihaknya pun enggan untuk berandai-andai apabila kabar yang menyebutkan Deddy Mizwar akan menjadi jubir Jokowi-Ma’ruf pada akhirnya menjadi kenyataan. Irfan menegaskan lagi bahwa sampai saat ini, Deddy Mizwar tetap vatsun pada Partai Demokrat.

“Secara de yure dan de facto, Pak Demiz merupakan Ketua MPD Demokrat Jabar. Pak Demiz belum jadi jubir. Saya tidak mau berandai-andai yang jelas Pak Demiz bilang masih kader Partai Demojrat dan Ketua MPD Demojrat Jabar,” ungkapnya.

Meski begitu, Irfan menyatakan bahwa partainya mempunyai sejumlah aturan bagi kadernya yang terbukti tak vatsun terhadap partai. Aturan tersebut memuat sanksi, mulai dari peringatan sampai pemberhentian sebagai kader Partai Demokrat.

Pertemuan antara Deddy Mizwar serta jajaran pengurus DPD Partai Demokrat Jabar itu digelar secara tertutup. Setelah sekitar satu jam melakukan pertemuan, Deddy Mizwar lantas meninggalkan Kantor DPD Partai Demokrat Jabar.

Sebelum Deddy Mizwar melangkah pergi, ia sempat meneriakkan yel-yel. “Demokrat, Demokrat, Demokrat,” teriak Deddy sembari masuk ke dalam mobilnya.

Sebelumnya, mantan wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar menegaskan bahwa belum ada kepastian mendapatkan posisi sebagai juru bicara Joko Widodo-Ma’ruf Amin dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Deddy menegaskan bahwa posisi tersebut harus ditetapkan dengan mekanisme partai. Bahkan, situasi itu juga menjadi pertaruhan sebab saat ini berstatus kader Demokrat.

“Apalah awak ini, pulau pun tak punya,” kata Deddy usai rapat internal dengan pengurus partai yang bertempat di kantor DPD Demokrat Jawa Barat, pada Kamis 30 Agustus 2018.

Deddy menilai bahwa langkah tim pemenangan Jokowi dalam memasangkan namanya sebagai juru bicara adalah urusan serius dengan partai. Bahkan, langkah itu dinilai harus disikapi cermat.

“Ini harus melalui mekanisme partai, saya enggak bisa bicara, harus ada etika-etika yang dilalui. Capres dan cawapres kan belum ditetapkan KPU (Komisi Pemilihan Umum),” kata Deddy Mizwar.

Deddy juga menambahkan bahwa sampai saat ini belum ada keputusan guna mengambil tawaran itu. (Rico/Gus Anto/Viwi Yusya/Thoriq/Izzul/Dari berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here