Dugaan Mahar Sandiaga Tak Bisa Dibuktikan, Tim Sukses Jokowi: Janggal!

0
116
Foto:ist

Jakarta, namalonews.com – Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu menyatakan bahwa pihaknya tidak bisa membuktikan kebenaran dari dugaan mahar Rp 1 triliun Sandiaga Uno ke PAN-PKS. Koalisi Indonesia Kerja (KIK) pengusung Joko Widodo dan Ma’ruf Amin, menilai bahwa ada kejanggalan dalam putusan Bawaslu tersebut.

“Sebagai warga negara yang baik, tentu saya menghormati keputusan Bawaslu”, terang Abdul Kadir Karding ketika ditemui di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, pada hari Jumat, 31 Agustus 2018.

“Bawaslu ini, diberikan kewenangan yang besar itu baru saja, sehingga dia belum punya perangkat teknis yang bisa mendalami suatu pelanggaran secara detail. Tetapi karena itu keputusan, tentu harus kita hormati”, imbuh Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi dan Ma’ruf ini.

Meskipun demikian, Abdul Kadir juga menilai bawa keputusan Bawaslu tersebut janggal. Sebab, elite Partai Demokrat, yakni Andi Arief sebagai pihak yang pertama kali melontarkan tudingan itu, sampai saat ini belum diperiksa oleh pihak Bawaslu.

“Ya, itu kejanggalan-kejanggalan yang jadi pertanyaan publik, yang jadi PR kita ke depan”, jelas Abdul Kardi.

Sekretaris Jenderal PKB itu juga menilai, seharusnya Bawaslu bekerjasama dengan KPK atau pihak kepolisian terkait dengan pemeriksaan dugaan kasus mahar tersebut. Menurutnya, KPK bisa menangani soal dugaan gratifikasi, sedangkan Kepolisian manangani terkait dugaan tindak pidananya.

“Karena ini sejak awal jadi pertanyaan publik, preseden buruk. Kalau itu benar terjadi, maka harus clear se-clear clear-nya, baik secara politik maupun secara hukum. Sekarang ini kan, kalau secara hukum silahkan di kepolisian, atau kejaksaan. Tapi, tentu saya pribadi sebagai warga negara apapun itu, saya menghargai keputusan Bawaslu”, kata Abdul Kadir.

Sebelumnya, dugaan adanya kasus mahar 1 T oleh Sandiaga ini disampaikan pertama kali disampaikan oleh Andi Arief melalui cuitan Twitternya. Sandiaga diduga telah memberikan masing-masing Rp 500 M ke PAN dan PKS agar direstui menjadi calon wakil presiden yang mendampingi Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.

Dari pihak Bawaslu pun telah meminta Andi Arief untuk datang dan memberikan kesaksian. Akan tetapi, setelah dua kali dipanggil oleh Bawaslu, Andi Arief mangkir atau tidak memenuhi panggilan tersebut.

Di samping itu, selain dari pihak tim sukses Jokowi dan Ma’ruf yang memberikan tanggapan terkait dengan putusan Bawaslu, Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan menilai bahwa keputusan Bawaslu tersebut telah tepat.

Zulkifli Hasan mengatakan bahwa tudingan mahar Rp 1 T kepada partainya memanglah tidak ada. Tudingan mahar yang dilaukan oleh Sandiaga agar direstui menjadi calon wail presiden pendamping Prabowo Subianto itu disebutnya hoax saja.

“Memang tidak ada. Orang hoax kok ditanggapi. Kalau ada, mana sini uangnya, bagi-bagi”, tegas Zulkifli ketika ditemui di Gedung DPR RI pada hari Jumat, 31 Agustus 2018.

Bawaslu sudah memberikan putusan terkait laporan dugaan mahar Rp 1 T oleh Sandiaga Uno kepada PKS dan PAN. Pihak Bawaslu menyatakan bahwa dugaan tersebut tidak dapat dibuktikan.

Laporan tersebut ditindaklanjuti oleh pihak Bawaslu dengan memeriksa berkas laporan hingga akhirnya teregistrasi dengan laporan nomor 01/LP/PP/RI/00.00/VIII/2018 pada tanggal 16 Agustus 2018.

Dari hasil pemeriksaan laporan dugaan adanya kasus mahar sebesar 1 triliun dari Sandiaga kepada PAN dan PKS, Bawaslu melalui Ketuanya, Abhan, menyatakan bahwa tudingan mahar tersebut tidak dapat dibuktikan kebenarannya secara hukum. (Rico/Gus Anto/Viwi Yusya/Thoriq/Izzul/Dari berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here