KPK Harus Usut Dugaan Korupsi Dua Belas Proyek Pengadaan Souvenir Kemenpar

0
259
Foto:ist

Jakarta, namalonews.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus bertindak untuk mengusut atau membongkar dugaan korupsi yang dilakukan oleh Kementerian Pariwisata. Desakan itu disampaikan oleh Center for Budget Analysis (CBA).

CBA menemukan adanya pengadaan souvenir yang dijalankan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) yang terindikasi menyimpang. Dalam temuan rinci CBA, ada satu proyek yang dijalankan pada tahun 2017 dan 11 proyek lainnya masuk tahun anggaran 2018.

“Kami mencatat ada 12 proyek bermasalah terkait pengadaan suvenir yang dijalankan Kemenpar,” ungkap Jajang Nurjaman, Kordinator investigas CBA, Minggu (02/09/2018).

Selanjutnya, Jajang mengatakan lebih rinci bahwa dua belas proyek pengadaan souvenir yang bermasalah tersebut adalah sebagai berikut:

Yang pertama, dua proyek pengadaan souvenir senilai Rp 5,9 miliar lebih yang dimenangkan oleh PT. Grahita Giri. Perusahaan in, lanjut Jajang, menjalankan Pengadaan Souvenir Promosi Pariwisata Indonesia Apparel Mancanegara di tahun 2017.

Yang kedua, lanjut Jajang adalah dua  proyek pengadaan suvenir yang dimenangkan oleh PT. Loka Indira Arta. Perusahaan ini, tambah Jajang, juga memenangkan dua proyek sekaligus untuk tahun anggaran 2018. Yakni, pengadaan suvenir dan merchandise mass nilai proyek sebesar Rp558.500.000, serta pengadaan suvenir dan merchandise outdoor senilai Rp1.372.500.000.

Yang ketiga, rinci Jajang, dua proyek yang dimenangkan oleh CV. Mega Karya dinamika pada tahun 2018, yakni pengadaan suvenir promosi massal senilai Rp1.153.000.000 serta pengadaan suvenir dan merchandise elektronik senilai Rp1.325.000.000. Selain itu, CV. Cahaya Tirta Baruna juga memenangkan dua proyek sekaligus pada  tahun 2018, yakni pengadaan suvenir promosi apparel senilai Rp1.467.000.000 serta pengadaan suvenir promosi Pariwisata Indonesia Travel and Outdoor senilai Rp1.244.050.000.

Adapun sisanya, dua proyek pengadaan souvenir masih dimenangkan oleh perusahaan yang sama CV. Mega Karya Dinamika yakni pengadaan suvenir promosi massal senilai Rp1.153.000.000, ditambah pengadaan suvenir dan merchandise elektronik senilai Rp1.325.000.000. Terakhir  satu proyek pengadaan suvenir promosi pariwisata Indonesia T-Shirt dam Polo Shirt senilai Rp903.650.000. proyek ini dimenangkan oleh PT. Sarimakarti Sukses Mandiri.

“Dalam pelaksanaan 12 proyek tersebut, kami menduga ada permainan kotor sejak proses lelang. Hal ini terlihat, dari nilai proyek yang disepakati pihak Kemenpar dengan pemenang proyek sangat tidak wajar, ditambah terdapat perusahaan favorit Kemenpar yang selalu menang meskipun tawaran yang diajukan tidak wajar,”urai Jajang.

Kemudian Jajang memberi contoh. Yakni pengadaan suvenir dan merchandise wardorbe yang dimenangkan oleh PT. Grahita Giri senilai Rp 3,4 miliar lebih.  Angka ini  tentu saja lebih mahal mahal. Padahal, tambah Jajang, anggaran yang diperlukan seharusnya tidak lebih dari Rp 3,1 miliar. Begitupun 11 proyek lainnya kami temukan hal yang sama.

Jajang menegaskan bahwa dua belas proyek senilai Rp13.933.700.000  tersebut ditemukan adanya potensi kebocoran yang tidak sedikit. Angkanya mencapai Rp 2,7 miliar.

Hal tersebut sangat mengkhawatirkan, karena proyek pengadaan Souvenir merupakan kegiatan yang selalu ada setiap tahunnya. Itulah sebabnya besar dugaan proyek ini merupakan ladang bancakan oknum Kemenpar yang kelewat rakus.

“Jadi kami memohon KPK untuk menindaklanjuti kasus tersebut,”ujarnya.

Penulis : Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here