Panitia Pastikan Deklarasi #2019GantiPresiden di Pekanbaru Batal Digelar

0
212
Foto:ist

Jakarta, namalonews.com – Panitia pelaksana memastikan deklarasi #2019GantiPresiden yang rencananya digelar 2 September 2018 di Pekanbaru batal. Jika deklarasi itu tetap berjalan, itu di luar tanggung jawab panitia.

“Dengan ini, kami sampaikan rencana deklarasi ganti presiden pada 2 September 2018 di Riau (Pekanbaru), dinyatakan dibatalkan”, kata ketua panitia #2019GantiPresiden, M Husni Thambrin, pada hari Jumat, 31 Agustus 2018.

Husni menjelaskan bahwa sebelumnya pihak panitia memang berencana menggelar deklarasi tersebut. Namun demikian, atas berbagai pertimbangan, panitia sepakat membatalkan acara tersebut.

“Untuk 2 September, deklarasi ganti presiden dibatalkan karena mempertimbangkan hal-hal segala sesuatu di Provinsi Riau”, jelas Husni.

“Pembatalan (deklarasi) ini juga disepakati presidium pusat dan daerah. Kalau ada nantinya pihak yang melaksanakan, itu di luar tanggung jawab panitia”, imbuh Husni.

Hal yang sama disampaikan kuasa hukum panitia deklarasi #2019GantiPresiden Bambang Rumnan. Meski begitu, dia tidak menjelaskan alasan pembatalan deklarasi tersebut.

“Untuk sementara ini, kegiatan deklarasi #2019GantiPresiden kami batalkan atas nama panitia pelaksana secara keseluruhan”, terang Bambang

Bambang tak mengungkapkan alasan pembatalan deklarasi #2019GantiPresiden tersebut. Menurutnya, perizinan deklarasi dianggap tidak ada masalah dari pihak kepolisian.

“Perizinan sesungguhnya tidak ada masalah. Pihak kepolisian mengizinkan hal tersebut, cuma ada persoalan-persoalan internal yang perlu kita perbaiki. Itu saja persoalannya dan akan kita koordinasikan lebih lanjut”, kata Bambang.

Selain akan dilaksanakan di Pekanbaru, deklarasi #2019GantiPresiden juga akan dilaksanakan di Banda Aceh. Akan tetapi, deklarasi yang akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 1 September 2018 tersebut, sampai saat ini belum mengantongi izin dari kepolisian, khususnya dari Polresta Banda Aceh. Polisi menyarankan deklarasi tersebut dilaksanakan ketika masa kampanye nanti.

“Ga ada (izin). Jadi, memang kemarin ada orang (panitia) kemari, terus disuruh lengkapi persyaratan. Waktunya kan 2 hari, ini kan 3 hari. Jadi, itu tidak ada izin”, terang Kombes Trisno Riyanto selaku Kapolresta Banda Aceh pada hari Jumat, 31 Agustus 2018.

Kombes Trisno juga menerangkan, diikhawatirkan deklarasi yang dilakukan diluar masa kampanye dapat menyebabkan gesekan antara berbagai pihak.

“Ada kelompok lain yang menolak, takutnya kita kres (gesekan). Jadi, alasan Kamtibmas, kita sarankan jangan dululah. Mungkin nanti tunggu masa kampanye mulai, baru mungkin itu. Jadi mungkin mereka juga kayaknya tidak lakukan itu. Mungkin temu kader atau apa”, terang Kombes Trisno.

Menurut Kombes Trisno, pihak kepolisian akan melakukan antisipasi supaya tidak terjadi bentrokan dan gangguan ketertiban atau keamanan di Banda Aceh. Pasalnya, setelah adanya rencana pelaksanaan deklarasi #2019GantiPresiden, terdapat sebagian kelompok yang menentang pelaksanaan deklarasi tersebut.

“Jelas (deklarasi itu) ga ada izin kalau dia mengganggu ketertiban umum dan mengancam kamtibmas, dan terjadi bentrokan. Kita kan berdiri di tengah ya, supaya semuanya bisa berjalan aman, kondusif, seperti itu. Kita sampaikan untuk bersabar sejenak menunggu itu (masa kampanye)”, jelas Kombes Trisno.

Deklarasi #2019GantiPresiden juga akan dilaksanakan Banda Aceh, lebih tepatnya di Stadion H Dimurtala, Lampineung, Banda Aceh, Aceh, pada Sabtu, 1 September 2018. Acara deklarasi ini diiniasi oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Aceh, yang dalam pelaksanaannya berencana akan menghadirkan inisiator tagar #2019GantiPresiden, Mardani Ali Sera, serta Sang Alang.

Akan tetapi, setelah undangan deklarasi tersebut tersebar luas di media sosial, terdapat tujuh pria bersebo yang menolak dilaksanakannya deklarasi tersebut di Banda Aceh. Bahkan dalam video yang viral tersebut, juga disampaikan ancaman jika deklarasi tetap dilaksanakan. (Rico/Gus Anto/Viwi Yusya/Thoriq/Izzul/Dari berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here