Perjalanan Politik Jejak Idrus Marham Hingga Terseret Kasus Korupsi dan Ditahan KPK

0
191
Foto:ist

Jakarta, namalonews.com – Idrus Marham selaku Mantan Menteri Sosial pada akhirnya resmi ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sesudah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek pembangunan PLTU Riau-1, kemarin pada hari Jumat (31/8/2018).

Selama lima jam diperiksa, mantan Sekjen Golkar itu tampak keluar dari kantor KPK sudah menggunakan rompi khas “orange” KPK.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan Idrus ditahan selama 20 hari kedepan untuk kepentingan penyidikan.

“Ditahan 20 hari pertama di Rutan cabang KPK di K4, Gedung Merah Putih,” singkat Febri.‎

Seperti yang telah kita ketahui bersama, jika Idrus Marham dilantik sebagai Menteri Sosial menggantikan Khofifah Indar Parawansa, Rabu (17/1/2018).

Idrus Marham merupakan kelahiran Pinrang, Sulewesi Selatan, 14 Agustus 1962 lalu.

Sesuai dengan data yang didapatkan dari Litbang Kompas, perjalanan karier Idrus menjadi seorang politisi dimulai tahun 1997 sebagai anggota MPR sebagai utusan golongan.

Selanjutnya dirinya menjadi anggota DPR dari Partai Golkar sejak tahun 1999.

Dirinya mundur sebagai anggota DPR periode 2009-2014 pada 8 Juni 2011. Selanjutnya, menjadi Sekjen Partai Golkar sampai dirinya diangkat menjadi Menteri Sosial pada 17 Januari 2018.

Saat hari Jumat (23/8/2018) lalu, Idrus Marham sudah resmi mundur dari kursi Kabinet Kerja Jokowi-Jusuf Kalla (JK).

Sebab, Idrus Marham mengaku sudah menerima surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP) KPK pada hari Kamis (23/8/2018) yang lalu.

Mantan Sekjen Golkar itu juga menghormati apa yang diputuskan oleh KPK yang menetapkan dirinya menjadi seorang tersangka kasus dugaan suap proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap atau PLTU Riau-1.

Di Kompleks Istana Kepresidenan,  Idrus juga mengatakan “Kemarin sudah pemberitahuan dimulainya penyidikan. Namanya penyidikan sudah pasti tersangka, Jumat (24/8/2018).

Di lain tempat, Ketua KPK, Agus Raharjo mengakui sudah ada penetapan tersangka terhadap mantan Sekretaris Jenderal Partai Golkar ini.

Agus juga mengatakan bahwa dirinya sudah kedahuluan pada waktu dijumpai saat berada di Gedung KPK Jakarta, Jumat (24/8).

Oleh sebab itu, Idrus Marham menyatakan menyatakan mundur dari Mensos setelah pada Jumat pagi tadi dirinya tiba-tiba menjumpai Presiden Joko Widodo sekitar pukul 10.30 WIB.

Tak hanya mengundurkan diri dari jabatan Mensos, Idrus juga memastikan dirinya mundur dari kepengurusan Golkar.

Wakil sekretaris Jenderal Golkar Sarmudji juga menyatakan secara otomatis Idrus Marham mundur sebagai anggota partai.

Sebelumnya KPK juga telah menduga bahwa terdapat keterlibatan Menteri Sosial Idrus Marham pada kasus dugaan suap dalam proyek pembangunan PLTU Riau-1.

Febri Diansyah sebagai juru bicara KPK juga telah mengakui terdapat sejumlah pertemuan yang dilakukan Idrus dengan Direktur Utama PLN Sofyan Basir serta para tersangka, Eni Maulani Saragih dan Johannes B Kotjo.

Perjumpaan itu teridentifikasi lewat rekaman CCTV yang disita penyidik dari serangkaian penggeledahan pada beberapa lokasi. Seperti halnya di kantor dan rumah Direktur PLN Sofyan Basir.

Febri juga mengungkapkan jika”Dari bukti-bukti yang ditemukan tersebut memang ada beberapa pertemuan-pertemuan yang teridentifikasi dan perlu klarifikasi pada pihak-pihak yang bersangkutan,” di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (2/8/2018).

Meskipun begitu, Febri belum dapat menjelaskan apa hubungan Idrus dan Sofyan pada perjumpaan dengan kedua tersangka tersebut.

Febri hanyamenjelaskan, pemeriksaan tetap berlangsung terhadap keduanya terkait kasus suap yang terjadi.

Febri juga mengatakan jika Idrus Marhan telah diperiksa sebanyak dua kali. Untuk Sofyan Basir masih dilakukan pemeriksaan satu kali, sebab sebelumnya dirinya tidak hadir dan menyampaikan surat. Namun, selanjutnya akan dijadwalkan ulang. (Rico/Gus Anto/Viwi Yusya/Thoriq/Izzul/Dari berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here