Prabowo Nyatakan Indonesia Terancam Dengan Hutang Negara Rp1 Triliun per Hari

0
272
Foto:ist

Jakarta, namalonews.com – Prabowo Subianto selaku Calon Presiden (Capres) Indonesia ini mengaku sangat prihatin dengan keadaan hutang Indonesia yang semakin hari semakin menumpuk bahkan semakin tinggi jumlahnya.

Hal ini disampaikan secara langsung oleh Prabowo ketika menjadi keynote speaker dalam peluncuran bukunya, “Paradoks Indonesia”, yakni di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, pada hari Sabtu, 1 Agustus 2018 silam.

Prabowo menyatakan dengan tegas “Saudara-saudara perlu diketahui bahwa utang negara kita naik terus. Utang pemerintah ini naik terus. Sekarang dari itungannya yakni naiknya Rp1 triliun setiap hari utang. Ada yang mengatakan bahwa utang banyak tidak masalah. Tapi kalau orang yang mengerti, namun ini utang yang bisa mengancam negara kita,” katanya menerangkan.

Dengan keadaan yang seperti ini, maka menurut Prabowo akan lebih memprihatinkan lagi apabila ditambahkan dengan ketimpangan ekonomi antar rakyat Indonesia. Mengutip dari beberapa data Oxfam dan Infid, dari mantan Danjen Kopassus ini menyatakan bahwa terdapat empat orang lebih kaya dari 100 juta orang Indonesia.

Lebih lanjut beliau menambahkan bahwa “Saat ini 54% kekayaan bangsa Indonesia hanya dikuasai sekitar 1 persen oleh bangsa. 10 persen orang di atas menguasai 75 persen kekayaan Indonesia,” imbuhnya menerangkan.

Bahkan, bukan hanya itu Prabowo Subianto menyatakan ada 40 orang terkaya di Indonesia yang mempunyai harta 548 ribu kali rata-rata orang di negeri ini. Seperti ungkapannya berikut ini : “Jadi ada sekitar 40 orang ini kekayaannya 548 ribu kali kekayaan kalian. Ini sudah kelihatan dari tampang kalian ini penghasilannya ya segitulah. Bener kan? Kalian senyum karena bener,” ungkapnya.

Pada acara ini Prabowo Subianto pun tidak lupa menyinggung perkara keadaan demokrasi di Indonesia yang menurutnya sedang dalam ancaman. Bahkan, beliau pun mengharapkan cendekiawan, ulama, dan emak-emak bersatu untuk memberikan perubahan supaya tercipta Indonesia yang sejalan.

Ketua Umum Gerindra ini menilai bahwa kondisi demokrasi di Indonesia sedang mengalami ancaman. Hal ini yang mengkhawatirkan, utamanya terkait kebebasan menyatakan pendapat, berserikat, serta berhimpun.

Prabowo Subianto ketika dalam pidatonya  sebagai keynote speaker acara peluncuran buku “Paradoks Indonesia” di Grand Sahid Jaya, Jakarta pada hari Sabtu, 1 September 2018 menyatakan bahwa “Sekarang ada mak-mak mau deklarasi, diusir. Diusir dari negaranya sendiri. Dia mau datang ke kota di negaranya tapi dia diusir. Apakah merupakan republik yang seperti ini yang dicita-citakan pendahulu kita?” katanya menerangkan.

Akan tetapi, Prabowo Subianto tidak ingin merujuk secara spesifik contoh kasus yang ia maksudkan tersebut. Ia hanya ingin melanjutkan penjelasannya terkait tujuan bernegara di Indonesia itu sejatinya tidak lain untuk memberikan rasa aman kepada seluruh rakyatnya.

“Negara harus bisa mengayomi rakyatnya yang mau berbicara dengan sopan,” ujar Prabowo Subianto ini.

Bukan hanya itu saja, akan tetapi dari Prabowo Subianto sendiri yang mengaku prihatin terhadap aparat negara juga karena menurutnya telah berpihak pada kelompok tertentu. Hal ini membuat tugasnya tidak dijalankan sebagaimana mestinya utamanya dalam mengayomi seluruh rakyat Indonesia.

“apabila aparat itu melindungi golongan tertentu saja, maka itu termasuk sebuah pelanggaran undang-undang. Sejarah mencatat apabila ada yang melanggar undang-undang rakyat tidak akan mendiamkan,” ujar Prabowo dengan penuh ketegasan.

Pada kesempatan inilah, Prabowo Subianto juga memberikan penjelasan terkait sejumlah paradoks Indonesia, salah satunya seperti tingginya angka stunting, tingginya jumlah utang, dan lemahnya perlindungan terhadap kelompok rentan dan lain sebagainya. (Rico/Gus Anto/Viwi Yusya/Thoriq/Izzul/Dari berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here