Puan Jamin Tetap Professional Meski Masuk sebagai Tim Sukses Jokowi dan Ma’ruf

0
246
Foto:ist

Jakarta, namalonews.com – Puan Maharani yang merupakan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) menjamin sejumlah menteri yang masuk dalam tim sukses pasangan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin akan tetap bekerja secara profesional.

Hal tersebut disampaikan oleh Puan ketika diminta untuk menanggapi sikap Ombudsman yang sebelumnya telah menyampaikan bahwa meminta menteri dan pejabat setingkat menteri yang masuk sebagai tim sukses pasangan calon presiden dan wakil presiden untuk mengundurkan diri.

“Ya, kita lihat saja. Apakah nanti ada penggunaan (penyalahgunaan) jabatan. Saya rasa, kita (menteri) bekerja, semua profesional”, terangnya ketika di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, pada hari Jumat, 31 Agustus 2018.

Sebagaimana yang telah diketahui, terdapat sejumlah menteri yang tercatat masuk ke dalam tim sukses pasangan capres dan cawapres Jokowi dan Ma’ruf Amin. Salah satu menteri yang masuk dalam daftar tim sukses tersebut adalah Puan Maharani, di mana dirinya ditunjuk sebagai Dewan Pengarah.

Selain Puan, menteri lainnya yang turut tercatat dalam tim sukses Jokowi dan Ma’ruf Amin yakni Airlangga Hartarto selaku Menteri Perindustrian sebagai Dewan Penasihat, Pramono Anung yang merupakan Sekretaris Kabinet sebagai Dewan Pengarah, serta Moeldoko yang merupakan Kepala Staf Kepresidenan sebagai Wakil Ketua tim sukses Jokowi dan Ma’ruf Amin.

Sebelumnya, La Ode Ida yang merupakan Komisioner Ombudsman RI, telah meminta kepada para menteri dan pejabat yang setingkat dengan menteri agar mundur dari jabatannya karena masuk tim sukses pasangan Jokowi dan Ma’ruf Amin.

La Ode mengatakan bahwa adanya keberpihakan sejumlah menteri dan kepala daerah di Pemilihan Presiden 2019 nanti, dapat merusak netralitas penyelenggara negara.

Selain itu, Ombudsman RI juga menekankan pentingnya penyelenggara negara dalam menjaga netralitas birokrasi Indonesia yang akan menghadapi ajang demokrasi di tahun 2019 mendatang.

Hal tersebut disampaikan oleh Komisioner Ombudsman, Alamsyah Saragih. Ia meminta kepada seluruh penyelenggara negara agar tidak menyatakan dukungannya secara langsung dan terbuka kepada pasangan calon presiden dan wakil presiden sebelum mengundurkan diri atau mengambil cuti.

“(Sebaiknya para penyelenggara negara) segera nonaktif, cuti atau mengundurkan diri dari jabatan selama masa kampanye pemilihan umum bagi penyelenggara negara atau pemerintahan yang terlibat dalam tim kampanye. Termasuk (penyelenggara negara) yang sudah secara terbuka memberikan dukungan kepada salah satu pasangan calon (presiden dan wakil presiden)”, tegas Alamsyah ketika konferensi pers di Gedung Ombudsman RI pada hari Kamis, 30 Agustus 2018 kemarin.

Alamsyah juga mengimbau kepada para penyelenggara negara yang sudah terlibat dalam kampanye pasangan calon presiden dan wakil presiden agar tidak menggunakan kewenangannya menggerakkan, memaksakan, atau memengaruhi aparatur sipil negara untuk mendukung salah satu pasangan calon.

Ombudsman RI juga meminta agar para penyelenggara negara tersebut tidak menggunakan berbagai fasilitas negara, seperti kendaraan dinas, gedung, kantor, dan sarana prasarana lainnya, untuk mendukung kepentingan kampanye pasangan calon tertentu.

Para penyelenggara negara juga diharapkan dapat tetap memberikan pelayanan publik sebagaimana mestinya, serta meningkatkan kualitas pelayanan selama masa penyelenggaraan pemilu nanti.

“(Para penyelenggara negara supaya) memastikan penyelenggaraan pelayanan publik tetap berjalan sebagaimana mestinya, dan meningkatkan kualitas pelayanan selama masa penyelenggaraan pemilu”, terang pihak Ombudsman melalui Alamsyah.

Alamsyah pun mengingatkan, bahwa penyelenggara negara wajib menjunjung profesionalitas dalam menjalankan tugas dan fungsinya dalam memberikan pelayanan publik. Hal tersebut ditujukan agar roda pemerintahan dapat berjalan dengan baik dan tidak menimbulkan sikap diskriminatif kepada masyarakat sebagai pengguna layanan publik. (Rico/Gus Anto/Viwi Yusya/Thoriq/Izzul/Dari berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here