Rezim Ini Jauh dari Cita-Cita Pendiri Bangsa

0
100
Foto:ist

Jakarta, namalonews.com – Untuk kali ini bakal calon presiden pada pilpres 2019, Prabowo Subianto, melontarkan sindiran. Sindiran dari mantan Danjen Kopasus itu tentu saja ditujukan kepada rezim yang berkuasa di negeri tercinta ini saat ini.

Prabowo menyindir dengan menyatakan bahwa rezim ini bengis dalam mengekang kebebasan berpendapat dan demokrasi. Menurut Prabowo, pemerintahan Joko Widodo sudah jauh dari harapan para pendiri bangsa.

Pendiri Bangsa Indonesia sering disebut sebagai The Founding Fathers adalah julukan bagi 68 orang tokoh Indonesia yang memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia dari penjajahan bangsa asing dan berperan dalam perumusan bentuk atau format negara yang akan dikelola setelah kemerdekaan. Mereka berasal dari berbagai macam latar belakang pendidikan, agama, daerah, dan suku/etnis yang ada di Indonesia.

Mereka dianggap sebagai manusia-manusia yang unggul dalam pemikiran, visi, dan intelektualisme. Berdasarkan ideologi, visi dan perjalanan sejarahnya, ada ahli yang mengelompokkan mereka menjadi empat, yaitu kelompok Soekarno, Hatta, Soepomo, dan Mohammad Yamin.

“Keadaan demokrasi terancam. Kebebasan berpendapat, kebebasan berhimpun, berserikat. Sekarang ada emak-emak mau deklarasi diusir, dari negaranya sendiri,” kata Prabowo dalam acara bedah buku berjudul Paradoks Indonesia di Jakarta, Sabtu (1/9/2018).

Lebih lanjut, Ketua Umum Partai Gerindra ini menjelaskan bahwa sebagai negara demokrasi, pemerintah Indonesia harus melindungi hak setiap warganya dalam beraspirasi-berekspresi, yang  hal itu secara legal formal dijamin dan dilindungi oleh undang-undang. Namun, lanjut Prabowo, hari ini rezim yang berkuasa saat ini justru tidak melindungi, bahkan melakukan hal yang sebaliknya dengan turut membubarkan rakyat saat menyampaikan aspirasi dan pendapatnya di muka umum.

“Apakah republik ini yang kita cita-citakan? Apakah republik ini yang dicita-citakan pendiri bangsa ini? Apakah republik seperti ini yang mereka perjuangankan oleh pahlawan-pahlawan yang gugur? Bukan, bukan republik ini yang kita inginkan,” kata dia.

Di samping itu Prabowo pun prihatin dan mengingtkan rezim ini atas sikap aparat negara akhir-akhir ini. Aparat yang seharusnya milik rakyat dan negara, tambah Prabowo, justru terkesan menjadi alat pemerintah atau penguasa untuk mempertahankan kekuasaannya.

“Itu pelanggaran terhadap undang-undang. Kalau (hal itu) dibiarkan, sejarah manusia mengatakan bahwa rakyat tidak akan terima,” pungkas Prabowo.

Penulis : Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here