Tanggapan Andi Arief mengenai kasus Mahar Sandiaga Uno

0
306
Foto:ist

Jakarta, namalonews.com – Berita terkait Andi Arief selaku Wakil Sekjen Demokrat yang kurang tanggap dalam mengusut kasus yang kian lama terjadi yakni dugaan mahar politik Sandiaga Uno. Hal ini di tanggapi secara langsung oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI bahwa lembaga tersebut malas dan tidak serius dalam kinerjannya terutama terkait kasus tersebut.

Salah satu dari anggota Bawaslu RI Fritz Edward Siregar pun menyatakan bahwa, lembaganya memang sudah menjalankan prosedur terkait dengan pemanggilan dan pemeriksaan yang sesuai dengan aturan. Bahkan, Fritz mengungkit hal tersebut sudah pernah dilakukan 2 kali dengan mengundang Andi Arief untuk diperiksa. Akan tetapi, dari politikus Demokrat tersebut yang tidak bisa datang menghadiri panggilan.

Fritz di kantornya, pada hari Jumat, 31 Agustus 2018 menyatakan bahwa “Berdasarkan Peraturan Bawaslu, sudah ada undangan yang dikirimkan 2 kali dan harus diperiksa Bawaslu RI karena laporannya ke Bawaslu RI. Salah satu contoh misalnya laporannya ada di Bawaslu Lampung, maka silahkan diperiksa di sana,” ujarnya menerangkan.

Dari beberapa pemeriksaan yang dilakukan oleh Bawaslu RI, bahwa Sandiaga dinyatakan tidak terbukti melakukan praktik mahar. Hal ini sudah secara resmi karena disampaikan Bawaslu RI dalam keterangan secara tertulis.

Pada kesimpulannya sudah terbukti bahwa Bawaslu RI menganggap beberapa bukti dan kesaksian yang sudah mereka dapat tersebut masih tergolong terlalu lemah. Oleh karena itu, maka mereka tidak berhasil mengundang Andi Arief untuk menindaklanjuti terkait klarifikasi kasus dugaan mahar tersebut.

Dari sinilah maka posisi Andi Arief menjadi penting karena beliaulah orang pertama yang bisa mengungkap dugaan tersebut dari akun twitternya, sekitar pada pertengahan Agustus 2018 lalu. Namun, walaupun demikian Andi tidak pernah datang meskipun di undang lebih dari 3 kali oleh Bawaslu RI.

Fritz menyatakan bahwa “Prosesnya memang seharusnya bisa hadir, harus kami periksa, ada penandatanganan dokumen secara langsung, dan itu sudah kami laksanakan. Namun, karena beliau yang tidak bisa hadir, maka dari itu tidak bisa kami laksanakan seperti keinginan dari AA,” ujarnya menerangkan. Bahkan, Andi membuat alasan bahwa sudah pernah meminta Bawaslu supaya mengambil keterangan darinya di Lampung. Namun, masih saja permintaan tersebut belum bisa untuk dipenuhi. Dari sinilah maka Andi pun menganggap bahwa Bawaslu memang tidak serius untuk mengungkap kasus terkait dengan dugaan mahar tersebut.

Andi lebih lanjut menyatakan bahwa “Kalau memang sudah serius kan bisa kejar keterangan saya ke Lampung beberapa waktu lalu. Bawaslu sudah menutup kasus mahar ini, kita hormati saja hal ini. Catatan saya; apabila memang hanya ingin menjadikan kasus ini jalan dengan keterangan dari saya, maka seharusnya bisa dengan ke Lampung komisioner untuk mendapatkannya,” ujarnya mempertegas dalam keterangan tertulis kepada wartawan.

Sandiaga memang yang dilaporkan ke Bawaslu oleh Frits Bramy Daniel, selaku Wakil Ketua Umum LSM Federasi Indonesia Bersatu yakni pada tanggal 14 Agustus 2018 kemarin. Beliau membuat laporan tersebut karena diduga memberikan imbalan kepada Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) supaya mempengaruhi pencalonan kandidat pada pilpres tahun 2019 mendatang.

Hal inilah yang membuat Bawaslu langsung menindaklanjuti laporan tersebut yang sesuai dengan Pasal 454 ayat (3) UU Pemilu. Lembaga tersebutlah yang mengundang beberapa saksi untuk dimintai keterangan.

Bahkan lembaga itu pula yang tidak melanjutkan penanganan perkara dugaan mahar politik, alsannya karena tidak ada bukti yang cukup. Kemudian dari mereka juga dibatasi waktu pengusutan terkait perkara dengan batasan waktu  maksimal 14 hari setelah laporan diterima. (Rico/Gus Anto/Viwi Yusya/Thoriq/Izzul/Dari berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here