Tim Kampanye Jokowi-Ma’ruf Kerahkan Strategi Untuk Pilpres 2019

0
185
Foto:ist

Jakarta, namalonews.com – Ahmad Basarah selaku Wakil Sekretaris Jenderal PDIP menyatakan dengan tegas bahwa dalam upaya partainya untuk meningkatkan elektabilitas di kalangan milenial ini sangat penting. Dalam hal ini lebih di utamakan pada kalangan ibu-ibu yakni dengan memberikan penjelasan kepada mereka terkait capaian pada masa kinerja Jokowi.

Wakil Sekretaris Jenderal PDIP ini ketika berada di DPP PDIP, Jakarta pada hari Sabtu, 1 September 2018 menerangkan bahwa “Perbedaan dari timses Jokowi-Ma’ruf dengan timses lainnya yakni dari kami menjelaskan yang sudah kami kerjakan, bukan yang mau kami kerjakan,” ujarnya menerangkan.

Beberapa diantaranya yang akan dijelaskan, lebih lanjut merupakan salah satu bentuk pembangunan yang memberikan harapan untuk kepentingan generasi muda dan mak-mak tersebut.

Salah satu contohnya, adanya pembangunan infrastruktur yang sudah berhasil digarap oleh Jokowi ini sudah tampak akan menunjang kehidupan para milenial dan perempuan di masa mendatang.

Lebih lanjut menambahkan bahwa “Secara politik elektoral, adanya sebuah pembangunan infrastruktur inilah yang barangkali kurang menguntungkan Jokowi, oleh karena itu maka tidak berdampak pada elektoral jangka pendek,” ucapnya menambahkan.

Akan tetapi, dari adanya sebuah pembangunan tersebutlah yang dapat dirasakan secara langsung utamanya oleh generasi mendatang walaupun masih dalam jangka panjang, termasuk pula mak-mak.

Apabila di lihat dari hasil survei LSI Denny JA, dilansir dari rilis yang diterima Tirto, pada Selasa 21 Agustus 2018. Hal ini di dapatkan bahwa di kalangan pemilih mak-mak atau perempuan, pasangan Jokowi-Ma’ruf ini lebih unggul di atas Prabowo-Sandi dengan mengantongi sebanyak 50,2 persen.

Selain itu, dalam ranah kaum muda atau milenial pun ikut serta memilih Jokowi-Ma’ruf yakni dengan elektabilitas yang mencapai 50.8 persen sedangkan pasangan Prabowo-Sandi hanya memperoleh 31,8 persen.

Di sisi lain, Hasto Kristiyanto selaku Sekretaris Jenderal PDIP menyatakan bahwa dirinya akan bergabung dengan Ketua Majelis Pertimbangan Daerah Partai Demokrat Jabar yakni Deddy Mizwar yang ditunjuk sebagai juru bicara pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin pada Pilpres 2019 yang akan datang. Hasto beranggapan bahwa, PDIP tidak akan pernah berniat untuk melakukan bajak kader partai lainnya.

Hasto ketika di wawancarai di DPP PDIP, Jakarta pada hari Sabtu, 1 September 2018 menyatakan bahwa “Iya itu murni, dan dari adanya sebuah dialog yang dilakukan secara bersama yakni antara jajaran Pak Jokowi dan beliau. Kami tidak pernah melakukan bajak-membajak [kader partai lain],” ujarnya menerangkan.

Hasto kemudian ikut menyatakan bahwa dari partainya memiliki kader akar rumput, dari sinilah yang dapat menjunjung etika politik tanpa perlu membajak kader partai lainnya.

“akan tetapi, bagi yang bisa memberikan dukungan kepada Jokowi pastinya dalam hal ini sudah tentu akan konteksnya berbeda. Karena mereka memberikan apresiasi terhadap kepemimpinan Jokowi,” ungkap mantan anggota DPR RI periode 2004-2009 ini dengan tegas.

Selain itu, Hasto sendiri beranggapan bahwa Deddy merupakan sosok pemimpin yang sudah mengetahui daerah Jawa Barat. Bahkan, di daerah tersebut merupakan orientasi bagi seluruh pasang calon dan partai politik lainnya.

Hasto berkata bahwa “Jawa Barat memiliki semangat, yang kemudian dapat membuat kami semakin berupaya untuk merangkul mereka yang memberikan dukungan sepenuhnya,” terangnya menambahkan.

Apabila dalam hal ini dikaitkan dengan mengamankan hasil perolehan suara di Jawa Barat, maka pernyataan tersebut menjadi kejutan. “Nantinya dapat kita lihat, siang nanti akan ada kejutan. Kita lihat nanti di Posko Cemara,” ujarnay membuat penasaran.

Pasalnya, Deddy dipilih karena memang dianggap mempunyai kemampuan berkomunikasi dengan baik dan dianggap mempunyai sebuah landasan kebudayaan tinggi. Utamnya untuk membantu kampanye Jokowi-Ma’ruf khususnya di Jawa Barat. (Rico/Gus Anto/Viwi Yusya/Thoriq/Izzul/Dari berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here