Ditemukan Nama Ganda, Kubu Prabowo-Sandi Tolak DPT

0
132
Foto:ist

Jakarta, namalonews.com – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Viryan, mengungkapkan ada 187 juta pemilih yang telah masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2019. Jumlah itu merupakan rekapitulasi daftar pemilih dalam dan luar negeri.

“Total jumlah DPT sekitar 187 juta. Sebanyak lebih dari 185 juta pemilih berada di dalam negeri. Sementara sekitar dua juta pemilih berada di luar negeri,” jelas Viryan kepada wartawan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (28/8/2018).

Dia menjelaskan, sebanyak dua juta pemilih di luar negeri merupakan hasil penetapan dari perwakilan pemerintah Indonesia yang berada di 130 negara. Sementara itu, lebih 185 juta pemilih yang berada di dalam negeri merupakan hasil rekapitulasi dari 34 provinsi.

“Seluruh kabupaten/kota hari ini telah menyelesaikan DPT. Dan hari ini juga diumumkan DPT diseluruh kantor kelurahan desa dengan menempel print out datanya,” ujar Viryan.

Namun demikian, koalisi partai pendukung pasangan bakal calon presiden – wakil presiden, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, menegaskan menolak. Mereka menolak jumlah daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 185 juta lebih pemilih yang telah dirilis oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Hal itu disampaikan setelah setelah empat sekjen partai pengusung melakukan pertemuan.

Penolakan tersebut datang dari Sekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mustafa Kamal.  Mustafa mengungkapkan alasan penolakan DPT Pemilu 2019 itu karena pada daftar pemilih sementara (DPS) masih ada sejumlah kesalahan. Setidaknya, menurut Mustafa, ada 25 juta data ganda dari 137 juta lebih pemilih yang ada di DPS.

“Kami menolak DPT pileg dan pilpres karena di beberapa dapil ditemukan beberapa nama. Bahkan, satu nama bisa tergandakan 11 kali dalam satu TPS,” keluh Mustafa, dalam suatu rapat partai pendukung Prabowo-sandi, di Jakarta, Senin (3/9/2018).

Temuan tersebut kemudian dibincangkan dalam rapat para sekretaris jenderal Partai Gerindra, PKS, PAN dan Partai Demokrat. Dalam rapat itu hadir Sekjen Partai Gerindra-Ahmad Muzani, Sekjen PAN-Eddy Soeparno, dan Sekjen Partai Demokrat-Hinca Pandjaitan, di samping Sekjen Partai keadilan Sejahtera Mustafa kamal.

Sekjen Parai Gerindra, Ahmad Muzani, menuturkan bahwa masih ada 45 juta data pemilih yang belum diterima partai. Itulah sebabnya, kemudian Mustafa meminta agar KPU tidak terburu-buru menetapkan DPT.

Menurut mereka, KPU seharusnya terlebih dahulu menyerahkan rilis DPT final ke partai koalisi untuk ditelusuri lebih lanjut. Apalagi, tambahnya, di beberapa dapil ditemukan beberapa nama. Bahkan, satu nama bisa tergandakan 11 kali dalam satu TPS.

“Jadi sebelum ditetapkan oleh KPU, kami ingin itu diserahkan dulu semua data DPS yang sudah di-update. Nantinya kita akan cermati secara bersama-sama,” ungkap Mustafa.

Penulis : Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here