Gerindra Tak Ambil Pusing Pasangan Prabowo-Sandiaga Tertinggal di 3 Survei Pilpres

0
383
Foto:ist

Jakarta, namalonews.com – Berdasarkan hasil survei Pilpres yang telah dilakukan oleh sejumlah lembaga survei di Indonesia, pasangan bakal calon presiden Prabowo Subianto dam wakil presiden Sandiaga Uno masih tertinggal dari pasangan bakal calon presiden Joko Widodo dan wakil presiden Ma’ruf Amin di 3 survei Pilpres 2019.

Terkait dengan hasil survei tersebut, pihak Partai Gerindra menyatakan bahwa hasil yang ditunjukkan oleh lembaga survey tidak sejalan dengan fakta yang telah terjadi, di antaranya di Pilkada Jawa Barat dan Jawa Tengah. Hal ini disampaikan oleh Sufmi Dasco Ahmad selaku Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ketika ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada hari Selasa, 4 September 2018.

“Ya, namanya survei, boleh-boleh saja. Tetapi, kita kan sudah lihat kenyataan yang ada di Pilkada Jabar, Jateng misalnya. Apa yang disampaikan oleh lembaga survei, faktanya tidak seperti itu”, terang Sufmi Dasco.

Hasil dari Pilkada Jawa Barat dan Jawa Tengah 2018, pasangan yang dijagokan oleh Partai Gerindra memperoleh elektabilitas yang jauh berbanding terbalik dari survei sebelum hari pencoblosan. Pada Pilkada tersebut, Partai Gerindra bersama PKS dan PAN mengusung pasangan Sudrajat dan Ahmad Syaikhu di Jawa Barat. Untuk Pilkada Jawa Tengah, Partai Gerindra mengusung pasangan Sudirman Said dan Ida Fauziyah.

Dengan hasil dua pilkada yang ada di Jawa Barat dan Jawa Tengah kemarin, Partai Gerindra tidak terlalu memikirkan hasil survei.

“Kita ga terlalu pusing soal survei-survei. Kita tetap kerja saja di bawah”, terang anggota Komisis III DPR RI itu.

Walaupun demikian, Partai Gerindra akan terus melakukan evaluasi sampai dengan Pilpres 2019 diselenggarakan. Akan tetapi, Dasco juga menegaskan, bahwa hasil survei tidak bisa digunakan sebagai patokan Partai Gerindra.

“Kita tetap lihat hasil survei, tetapi tidak kemudian jadi patokan khusus dari kita. Evaluasi dilakukan secara terus menerus. Namanya mau menang”, tegas Dasco.

Terkait dengan hasil survei yang menyatakan bahwa pasangan Prabowo dan Sandiaga tertinggal di 3 survei Pilpres, pihak PKS juga memberikan tanggapan. PKS menilai bahwa hal tersebut harus bisa menjadi cermin sekaligus cambuk bagi pasangan Prabowo dan Sandiaga beserta partai politik koalisi.

“Selalu, survei itu cermin dan cambuk, ya”, terang Mardani Ali Sera selaku Ketua DPP PKS ketika ditemui di gedung DPR, Senayan, Jakarta, pada hari Selasa, 4 September 2018.

Mardani Ali menerangkan bahwa maksud dari cermin dan cambuk itu. Ia mengatakan bahwa hasil survei itu akan dijadikan cermin bagi koalisi untuk melihat sejauh mana posisi pasangan Prabowo dan Sandiaga menjelang Pilpres. Sedangkan untuk cambuk, adalah pemantik semangat dalam bekerja keras memenangkan Pemilihan Presiden yang akan dilaksanakan tahun 2019 mendatang.

“Cambuk (masksudnya) biar kita bekerja keras”, terang Mardani Ali.

Ketua DPP PKS ini juga menerangkan bahwa pemilu untuk pemilihan presiden masih 8 bulan lagi penyelenggaraannya. Apa pun, menurut Mardani Ali masih bisa terjadi di dunia politik.

Lebih lanjut Mardani Ali menyebutkan, bahwa masih tertinggalnya pasangan Prabowo dan Sandiaga dari pasangan Jokowi dan Ma’ruf juga dipengaruhi oleh faktor gerakan tagar ganti presiden yang belum resmi menyatakan dukungan. Mardani Ali meyakini, apabila gerakan tersebut resmi bersikap, maka perolehan suara untuk pasangan Prabowo dan Sandiaga akan naik secara drastis.

“Angkanya yang floating mass-nya masih tinggi:”, terang Mardani Ali. (Rico/Gus Anto/Viwi Yusya/Thoriq/Izzul/Dari berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here