Inilah Hebatnya Jokowi? Rupiah Meroket, Tembus Rp. 15.029/Dollar AS

0
110
Foto:ist

Jakarta, namalonews.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) sering membanggakan pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi salah satu terbaik di Asia. Pencapaian tersebut dinilai membanggakan karena dicapai di tengah ekonomi global masih mengalami perlambatan. Bahkan, Jokowi pernah menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia akan meroket.

“Mulai agak meroket September, Oktober. Nah, pas November itu bisa begini (tangan menunjuk ke atas),” kata Jokowi di Istana Bogor, Rabu (5/8/2015), waktu itu.

Namun, bagaimana kenyataannya kini. Benarkah ekonomi Indonesia kini sudah meroket sebagaimana yang pernah dijanjikan Presiden Jokowi?

Faktanya yang terjadi justru sebaliknya. Perlahan-lahan, tapi pasti. Itulah pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) dalam beberapa pekan terakhir ini.  Akhirnya, sampailah nilai tukar rupiah pada batas psikologis, yaitu Rp 15.000.

Pelemahan rupiah terhadap dollar AS tersebut sebelumnya sudah diingatkan oleh berbagai pihak. Salah satunya adalah lembaga pemeringkat internasional S & P Global Ratings. Lembaga ini  mengingatkan bahwa pelemahan mata uang rupiah terhadap dolar US Amerika Serikat (AS) akan bisa mencapai level Rp 15.000 per dolar, seperti yang sempat terjadi di tahun 2015.

“Untuk rupiah, kami sudah mengestimasi bahwa depresiasi rupiah menuju Rp 15.000 per dolar AS adalah level yang harus diperhatikan,” ujar Xavier Jean, Senior Director Corporate Ratings S&P Global Ratings, kepada wartawan dalam konferensi pers di Jakarta, beberapa waktu yang lalu.

Nilai tukar rupiah akhirnya menembus angka Rp 15.029 pada Selasa (4/9/2018) malam.

Terus melemahnya mata uang rupiah terhadap dollar Amerika Serikat, menimbulkan dampak spiral ke berbagai sektor terutama yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat Indonesia secara luas.

Berikut adalah dampak negatif yang dialami masyarakat, dengan terus melemahnya rupiah terhadap dollar Amerika :

  1. Pertumbuhan ekonomi melambat.
  2. Pemutusan hubungan kerja (PHK) meningkat.
  3. Pengangguran meningkat.
  4. Inflasi bahan pangan meningkat.
  5. Kemiskinan meningkat.
  6. Daya beli menurun.

Tembusnya rupiah pada angka Rp 15.000 per dollar AS tersebut yang berarti juga  ekonomi Indonesia gagal meroket menyebabkan munculnya gelombang kekecewaan dari  relawan Jokowi. Akhirnya, mereka menarik dukungan yang selama ini diberikan kepada Jokowi.

Mereka menganggap bahwa kinerja Presiden Jokowi masih minim di berbagai bidang. Termasuk di antaranya bidang ekonomi. Ekonomi meroket yang dijanjikan tak kunjung terjadi.

Penulis : Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here