PSI Siap Beri Bantuan Hukum Kepada Terpidana Meliana

0
271
Foto : Dokumentasi PSI

Jakarta, namalonews.com – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengunjungi Meliana terpidana kasus penistaan agama terkait protes suara azan di LP Tanjung Gusta, Medan, Sumatera Utara, Rabu (5/9/2018).

Dalam kesempatan tersebut PSI diwakili Wasekjen DPP PSI Danik Eka Rahmaningtiyas, Habib Muannas Alaidid, Surya Tjandra, Heriyanto, dan Guntur Romli.

“Kami tadi mengunjungi Ibu Meliana didampingi penasehat hukumnya dan suaminya. Kondisi Ibu Meliana menyedihkan, terus menangis, tadi cerita kronologinya menangis terus, kami jadi terenyuh,” demikian ungkap Danik dalam keterangan tertulisnya.

Danik juga memberikan dukungan moral kepada Meliana. Ia mengungkapkan ada banyak pihak yang mendukung agar kasus Meiliana ini tidak terulang lagi di masa yang akan datang.

“Kami datang untuk menguatkan Ibu Meliana. Kami juga menyampaikan di hadapan suami dan anak bungsunya yang tadi hadir bahwa mereka tidak sendiri. Banyak yang mendukung Ibu Meliana agar mendapatkan keadilan dan kasus ini tidak boleh terulang lagi di masa depan,” tegas Danik.

Selain itu Danik juga mengungkapkan bahwa PSI akan ikut membantu kasus Meliana dengan mencari fakta-fakta yang berkaitan dengan kasus tersebut. PSI juga akan mengajukan amicus curiae (sahabat pengadilan) bagi Meliana sebagai ad informandum.

Usai pertemuan tersebut, Meliana lalu menulis sebuah surat dan menitipkannya kepada PSI. Isi surat itu adalah ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukungnya.

Sebelumnya Meliana divonis penjara 18 bulan atas kasus penistaan agama. Kasus ini bermula ketika Meliana mengeluhkan suara azan Masjid Al-Makhsum Tanjung Balai yang terlalu keras.

Keluhahan azan yang terlalu keras tersebut berbuntut panjang. Kerusuhan pun terjadi dan mengakibatkan sejumlah vihara dan kelenteng di Tanjung Balai dirusak massa.

Komisi Fatwa MUI Sumatera Utara kemudian mengeluarkan fatwa tentang penistaan agama yang dilakukan Meliana. Fatwa itu tertuang dalam surat bernomor 001/KF/MUI-SU/I/2017 tanggal 24 Januari 2017 tentang Penistaan Agama oleh Saudari Meiliana di Kota Tanjungbalai.

Penulis : Agus Yanto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here