Terkait Melemahnya Rupiah, Sandiaga Khawatir Kebijakan Ekonomi Dalam Negeri yang Susah Diprediksi

0
65
Foto:ist

Jakarta, namalonews.com – Dalam beberapa hari terakhir ini nilai tukar rupiah mengalami  pelemahan yang luar biasa terhadap dollar Amerika Serikat (AS). Bahkan, hingga kini pelemahan tersebut belum juga beranjak menjauhi level Rp 14.900 per dollar AS. Level itu  merupakan level terlemah sejak krisis tahun 1998. Kondisi ini mulai banyak memunculkan komentar dan spekulasi oleh berbagai kalangan.

Peneliti di Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira Adhinegara, mengatakan bahwa krisis ekonomi memang sedang berlangsung, namun di tingkat global yang dimulai oleh negara berkembang, yakni krisis mata uang Turki dan Argentina. Walaupun demikian, kondisi saat ini tidak separah krisis ekonomi pada tahun 1998.

“Meski sama-sama dipicu oleh krisis mata uang negara berkembang, yang pada tahun 1998 dimulai dari Thailand dan Indonesia, kondisi saat ini sedikit berbeda,” kata Bhima Rabu (5/9/2018).

Sementara itu, bakal calon wakil presiden yang berpasangan dengan bakal calon presiden Prabowo Subianto pun memberi komentar. Menurut mantan wakil gubernur DKI Jakarta ini, berkaitan dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS, kebijakan ekonomi luar negeri Indonesia tidak terlalu mengkhawatirkan.

Kenapa tidak terlalu mengkhawatirkan? Karena masih dapat dianalisis. Yang lebih  mengkhawatirkan, berkaitan dengan lemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS, jelas Sandi, adalah kebijakan ekonomi Indonesia yang sulit diprediksi.

“Kalau kekhawatiran saya sebagai pengusaha, saya khawatir kalau pengusaha itu paling takut suatu hal yang tidak terprediksi,” kata Sandiaga di kawasan Bulungan, Jakarta, Rabu (5/9/2018).

Lebih lanjut, Sandiaga mengakui bahwa dirinya telah memahami apa yang dikhawatirkan oleh dunia usaha, khususnya para pengusaha. Untuk itu, dirinya telah melakukan pembicaraan secara langsung dengan para pengusaha yang ada di Tanah Air.

“Kemarin waktu saya secara tertutup meng-addres pengusaha-pengusaha besar dan internasional chamber of commerce, saya sampaikan bahwa insyaallah kalau amanah ini datang ke Prabowo-Sandi, ini yang akan kita lakukan, A B C D,” urainya.

Sebagai warga negara Indonesia yang baik, berkaitan dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS kali ini, Sandiaga telah memutuskan mengkonversi aset dollar yang dia miliki sebanyak 35 persen. Hal tersebut ia lakukan untuk menaikkan nilai tukar rupiah yang kian melemah terhadap dollar AS.

“Ini waktunya membela negara, jangan sampai terpecah-belah,” ujar Sandiaga.

Ia berharap dengan menukar dollar yang dimilikinya dapat membantu menekan laju nilai tukar dollar yang terus meningkat. Selanjutnya, Sandiaga meminta agar para pengusaha dan konglomerat ikut serta menukarkan dollar yang mereka mliki.

“Untuk konglomerat, saya udah mengkonversi simpanan saya ke rupiah. Ini waktunya sama-sama membela negara, jangan sampai terpecah-belah,” katanya.

Sandiaga mengingatkan bahwa masih banyak spekulan beraksi dalam kondisi ekonomi seperti ini.

“Jangan mau kita terkecoh, apalagi mereka banyak akalnya daripada akhlaknya,” pungkas Sandi.

Penulis : Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here