Dana Operasional RT dan RW di Jakarta Diusulkan Naik

0
323
Foto : probiz.id

Jakarta, namalonews.com – Dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) 2018, DPRD DKI Jakarta Kamis (6/9/2018), Pemprov DKI Jakarta mengusulkan kenaikkan anggaran dana operasional RT, RW dan LMK.

“Jadi jika disetujui, maka diperlukan tambahan usulan Rp18,5 miliar per bulan,” demikian ungkap Kepala Biro Tata Pemerintahan Premi Lasari di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (6/9) malam.

Menurut Premi, uang operasional RT direncanakan naik dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta setiap bulan. Lalu uang operasional RW naik dari Rp2 juta menjadi Rp2,5 juta per bulan.

Kemudian uang kehormatan LMK yang semula Rp1,5 juta per bulan, berubah jadi Rp1 juta per orang per bulan. Khusus LMK di Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, uang kehormatan tetap Rp1,5 juta per orang per bulan.

Sedangkan uang operasional LMK senilai Rp1 juta per kelurahan per bulan akan dinaikkan tiga kali lipat. Anggaran itu diubah namanya jadi biaya kesekretariatan dengan anggaran Rp3 juta per kelurahan per bulan.

Pengalihan anggaran tersebut membutuhkan nomenklatur pada Perda Nomor 5 Tahun 2010 tentang LMK.

Sementara itu, gaji Dewan Kota juga naik dari Rp3,1 juta per orang per bulan jadi Rp5 juta per orang per bulan. Namun kenaikan tersebut dibarengi penghapusan biaya transportasi sebesar Rp1,75 juta per anggota per bulan.

Usulan penambahan dana untuk pejabat RT, RW, LMK, dan Dewan Kota ini masih akan dibahas lagi bersama dalam Rapat Badan Anggaran dan Rapat Paripurna.

Penulis : Agus Yanto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here