Politisi-Politisi Demokrat yang Dukung Jokowi-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019

0
242
Foto:ist

Jakarta, namalonews.com – Menjelang Pilpres 2019, sejumlah tokoh dari Partai Demokrat malah menyatakan dukungan bagi pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin. Pernyataan sikap mereka pun tentu saja mengundang kegeraman dari petinggi Partai Demokrat.

Seperti diketahui, Partai Demkorat telah memutuskan pilihannya untuk bergabung dengan koalisi pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pilpres 2019 mendatang. Berikut sejumlah tokoh Partai Demokrat yang secara terang-terangan menyatakan dukungannya kepada Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

  1. Lukas Enembe

Lukas Enembe dukung Jokowi sebab paham Papua. Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Papua, Lukas Enembe memutuskan untuk mendukung pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin dalam Pilpres 2019. Secara tegas Lukas menjelaskan bahwa keputusannya tersebut tak ada urusan dengan Partai Demokrat yang malah memilih Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Setelah dilantik sebagai Gubernur Papua periode kedua oleh Presiden Joko Widodo yang bertempat di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu (5/9/2018), Lukas Enembe mengatakan “Tidak ada urusan. Tidak ada urusan dengan partai.”

Menurut Lukas Enembe, politik merupakan pilihan masing-masing serta tak harus selalu mengekor ke partai. Lukas pribadi mendukung Jokowi sebab menilai sosok politisi PDI-P tersebut mengerti mengenai masalah Papua.

  1. Dedy Mizwar

Deddy Mizwar, pemain film Naga Bonar pada tahun 1987, menyatakan kesediaannya untuk menjadi juru bicara Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Sejumlah tokoh dari Partai Demokrat menyayangkan sikap yang diambil oleh Deddy Mizwar tersebut. Akan tetapi, Deddy Mizwar justru berharap sikap politiknya itu dihargai sebagai pilihan pribadi.

Setelah mengikuti rapat tim Jokowi-Ma’ruf yang bertempat di Rumah Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, pada Sabtu (1/9/2018), Deddy Mizwar mengatakan “Artinya, ini adalah sikap politik yang harus dihargai.”

Sementara itu, Deddy Mizwar menyadari bahwa keputusannya tersebut berbeda dengan kebijakan Partai Demokrat yang telah mengusung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam Pilpres 2019. Akan tetapi, Deddy Mizwar mengatakan bahwa ia tetap mengedepankan etika dalam mengambil keputusan politik ini.

  1. TGB

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zainul Majdi atau yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) mengaku sebagai politisi Partai Demokrat. Akan tetapi, semenjak dua tahun lalu menyampaikan dukungannya kepada Presiden Joko Widodo secara pribadi. Menjelang Pilpres 2019 ini, TGB pun mengungkapkan dukungannya tersebut secara terbuka.

Saat berada di Menara Kompas, Jakarta, pada Kamis (12/7/2018) sore, Tuan Guru Bajang mengatakan “Terus terang pada beliau (Jokowi) sudah lama, hampir dua tahun lalu. Sebagai bagian apresiasi saya.”

Sikap politik Tuan Guru Bajang tersebut diwujudkan dengan pengunduran dirinya menjadi kader Partai Demokrat.

Senin (23/7/2018), TGB mengatakan “Benar. Saya sudah mundur sejak beberapa hari lalu.”

TGB menekankan bahwa dukungannya itu rasional jika melihat kerja pemerintah pusat atas seluruh wilayah Indonesia, khususnya kawasan Indonesia timur.

  1. Soekarwo

Setelah selesai rapat Paripurna yang bertempat di DPRD Jatim, pada Rabu (15/8/2018), Soekarwo mengatakan “Enggak ada itu hengkang dari Demokrat.” Soekarwo masak mau pindah karena sudah 10 tahun di Demokrat.

Begitulah komentar Mbah Karwo, panggilan akrab dari politisi Partai Demokrat ketika ditanya mengenai isu kepindahannya ke kubu Jokowi-Ma’ruf Amin. Dirinya menjelaskan bahwa pertemuan dengan Surya Paloh, kata dia, hanya pertemuan biasa.

Dia dan Surya Paloh merupakan teman lama yang dulu sama-sama mendirikan Ormas Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI). Gubernur Jawa Timur ini mengatakan “Hanya saja momentumnya politik, jadi diartikan politik juga akhirnya.” (Rico/Gus Anto/Viwi Yusya/Thoriq/Izzul/Dari berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here