Bermain Dua Kaki, Partai Demokrat Pasang Jebakan untuk Jokowi

0
247
Foto:ist

Jakarta, namalonews.com – Pada gelaran pesta demokrasi Pilpres 2019 Partai Demokrat melakukan jebakan. Partai Demokrat (PD) dinilai melakukan jebakan untuk capres Jokowi. Bermain dua kaki, maksudnya, secara resmi PD memberikan dukungan kepada pasangan bakal calon Presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, sedangkan beberapa kadernya justru diizinkan mendukung pasangan rival Prabowo-Sandiaga, yakni bakal calon Presiden Jokowi-Ma’ruf Amin.

Dukungan Partai Demokrat kepada Jokowi-Ma’ruf Amin tersebut terlihat jelas ihwal pemberian izin khusus kepada Dewan Pimpinan Darah (DPD) Demokrat Papua mendukung Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019.

“Sudah jadi tipikal Susilo Bambang Yudhoyono dan Partai Demokrat yang selalu bermain dua kaki di setiap perhelatan politik jika bukan keluarga inti SBY yang ikut dalam kontestasi pemilu,” ujar M. Adnan Rara Sina, Sekretaris Jenderal Relawan Nasional 212 Jokowi Presiden Republik Indonesia (Renas 212 JPRI), Senin (10/9/2018).

Sebagaimana diketahui bahwa pada gelaran Pilpres 2019 nanti berlangsung secara serentak antara pilpres (pemilihan presiden dan wakil presiden) dan pileg (pemilihan legislatif), yakni pemilihan DPR, DPRD Provinsi dan kota, serta pemilihan DPD.

Hal itu bisa menjadi dilema tersendiri bagi partai politik untuk memutar otak mengatur strategi agar suara keduanya maksimal. Tidak terkecuali Partai Demokrat.

Atas dasar tersebut empat DPD Partai Demokrat menyatakan sikap mendukung pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Alasannya, karena di Papua, Papua Barat, NTT dan Sulawesi Utara secara identitas pemilih Partai Demokrat memiliki kedekatan dengan kubu petahana, kubu Jokowi.

“Publik kan hanya melihat pilpres saja, pileg banyak dilupakan. Padahal kalau enggak dapat suara 4 persen langsung almarhum kita,” ujar Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP)  Partai Demokrat, Jansen Sitindaon, Senin (10/9/2018).

Sementara itu, pihaknya tidak bisa langsung memecat para ketua DPD Demokrat yang menyatakan sikap dukung Jokowi dengan pertimbangan untuk suara legislatif. Itulah sebabnya, DPP Demokrat akhirnya memberikan kelonggaran demi tercapainya hasil yang optimal di pileg.

“Ya kalau di daerah-daerah lain apalagi yang basis dukungan Pak Prabowo, kita (Demokrat) solid di sana,” pungkas Jansen.

Atas pemberian kelonggaran kepada empat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat di empat provinsi tersebut, Dewan Pembina Partai Demokrat sedang putar otak.  Dewan Pembinaan Partai Demokrat kini sedang memutar otak agar pengurus DPD-DPC Papua ikut kebijakan partai mendukung pasangan Capres dan Cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Agus Harmanto menjelaskan bahwa DPC dan DPD Papua punya kasus tersendiri dalam memilih calon pemimpin.

Para pengurus sudah menyatakan dukungan kepada Jokowi di pilpres 2019. Dukungan ini ditetapkan dalam sistem noken yang menjadi cara masyarakat Papua memilih pemimpin.

Menurutnya, kelonggaran untuk pengurus DPD Papua mendukung Jokowi bukan berarti Demokrat berdiri di dua kaki. Tapi karena sistem pemilihan di Papua.

Untuk itu, sambung Agus, saat ini Partai Demokrat sedang mencari formula yang tepat untuk mendorong para pengurus mengikuti kebijakan pusat.

“Memang kasus di Papua ini adalah kasus spesial, maka ini perlu penanganan khusus untuk menentukan strategi apa yang harus dilakukan di sana,” ujar Agus, di Jakarta, Senin (10/9/2018).

Agus menambahkan bahwa di sisi lain, pihaknya juga tidak ingin kebijakan yang digunakan malah merusak perolehan suara Demokrat di Papua.

Menurutnya, Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat  juga tidak ingin salah dalam mengambil kebijakan untuk menyikapi perbedaan dukungan di Papua. Jangan sampai kebijakan keras malah merugikan suara Partai Demokrat di Pemilu.

“Partai Demokrat tentunya sedang menentukan strategi untuk seperti apa dalam kasus seperti Papua ini. Karena kita juga dalam pemilu legislatif harus sukses betul, jangan sampai ada hal menjadi kendala di pemilu legislatif,” ucap Agus.

Penulis : Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here