Walau Ganti Baju, Gerakan Ganti Presiden Tidak Bisa Dibendung

0
203
Foto:ist

Jakarta, namalonews.com – Walau berganti baju dengan kemasan aksi jalan sehat, #2019GantiPresiden tetap ramai dan meriah diikuti oleh puluhan ribuan massa. Itulah yang terjadi di kota Solo, Ahad, (9/8/2018).

Aksi jalan sehat tersebut berlangsung pada tanggal  9 September 2018. Aksi itu digelar di Bundaran Gladag, Solo, Jawa Tengah, Ahad pagi.

Aksi tersebut, menurut Amien Rais, Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional, diikuti oleh 90.000 orang warga dari berbagai kalangan mulai dari anak-anak hingga dewasa.

“Saya kasih tahu, tadi pagi, di Solo 90.000 anak muda jalan sehat, kemudian apa? Mereka berkumpul di depan Gladag,” kata Amien Rais usai menghadiri deklarasi relawan Kornas dukung Prabowo-Sandiaga di Jalan Bangka IX, Kemang, Jaksel, Minggu (9/9/2018).

Amien mengatakan meski itu acara jalan sehat tapi isinya tetap ganti presiden. Menurut Amien, dengan suksesnya jalan sehat itu menandakan dukungan untuk Joko Widodo (Jokowi) di Solo yang merupakan daerah asalnya sudah tidak ada.

“Artinya apa di jantungnya (Jokowi) sudah tidak begitu laku. Jadi, ini adalah kehendak Allah, kita terus berdoa,” tambah Amien. Selain itu, acara jalan sehat tersebut tidak ada penolakan dari kelompok lain. Menurutnya, sekali lagi membuktikan Jokowi sudah tidak laku di Solo.

Walaupun aksi jalan sehat tersebut tidak dihadiri oleh aktivis gerakan #2019GantiPresiden Ahmad Dhani dan Neno Warisman, acara tersebut terbilang sukses.

“Ahmad Dhani dan Neno Warisman tidak dapat hadir pagi ini,” kata koordinator panitia kegiatan jalan sehat, Endro Sudarsono (9/9/2018).

Lebih lanjut, Endro menjelaskan bahwa Ahmad Dhani batal hadir karena harus memenuhi panggilan kepolisian.

“Ahmad Dhani persiapan ke Surabaya, memenuhi panggilan Polda Jatim,” terangnya.

“Sedangkan Neno Warisman, ada beberapa hal yang menyebabkan ia tidak bisa hadir,” tambahnya.

Di samping itu,  panitia juga mengumumkan bahwa Ketua Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN) Surakarta yang juga sebagai ketua tim advokat, Dr. Taufik S.H, Gus Nur, Mu’inuddinillah, dan Mudrick  Sangidu hadir sebagai pembicara dan pengisi tausyiah.

Menanggapi aksi jalan sehat ini, Fahri Hamzah dan Fadli Zon pun memberikan komentar lewat cuitan di Twitter. Berikut adalah komentar wakil ketua DPR RI tersebut.

“Saya heran kenapa di solo yang pernah dipimpin 2 periode oleh petahana begini ya…(emoji),” cuit Fahri Hamzah, Minggu (9/9/2018).

Sementara itu Fadli Zon membalas cuitan Fahri.

“Dlm sejarah, tdk ada kekuatan yg mampu melawan kekuatan rakyat. #2019GantiPresiden,” cuit Fadli.

Menurut Fadli Zon, gerakan #2019GantiPresiden tak bisa dihentikan hanya dengan persekusi dan kriminalisasi.

“Gelombang #2019GantiPresiden tak bisa dihentikan oleh persekusi n kriminalisasi. Ini mungkin kehendak sejarah. Insya Allah @prabowo menang,” lanjut Fadli dalam cuitan berikutnya.

Penulis : Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here