Gagal Bawa Indonesia Menjadi Lebih Baik, Mahasiswa Riau dan Palu Tuntut Jokowi Mundur

0
165
Foto:ist

Jakarta, namalonews.com – Saat ini, keberadaan mahasiswa menjadi salah satu unsur penting dalam kehidupan berdemokrasi. Kini, mahasiswa telah dianggap menjadi agen pembawa perubahan bagi suatu negara. Itulah yang sedang diperankan oleh mahasiswa Indonesia menyikapi kondisi negaranya yang sedang dirundung krisis ekonomi.

Adalah mahasiswa Universitas Islam Riau (UIR) dan mahasiswa IAIN Palu, Sulawesi Tengah. Di tempat masing-masing, mereka melakukan aksi demonstrasi.

Dalam aksinya, mereka menuntut Presiden Jokowi mundur dari jabatannya. Alasan mereka adalah bahwa Jokowi sebagai presiden tidak mampu menjadikan Indonesia lebih baik.

Aksi mahasiswa di Riau kali ini dipelopori oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Islam Riau (UIR. Mereka menggelar aksi demonstrasi di DPRD Riau, Senin (10/9) sore. Dalam aksinya, mereka menuntut, agar Presiden Joko Widodo untuk turun dari jabatannya.

Dengan mengenakan seragam almamater warna biru tua, mahasiswa UIR akhirnya berhasil masuk gedung DPRD Riau. Mereka datang dengan atribut berupa kain putih bertuliskan ‘Turunkan Jokowi’ ‘Save Demokrasi’ yang ditulis dengan cat semprot warna merah.

“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, kami mahasiswa UIR, atas nama mahasiswa Indonesia menurunkan Joko Widodo sebagai Presiden Indonesia,” ujar orator di dalam gedung DPRD Riau, yang terlihat dengan melakukan teatrikal menurunkan ‘Pocong’ tersebut.

Guntur Yurfandi, selaku Koordinator Lapangan mengatakan bahwa ada tiga tuntutan yang mereka suarakan pada saat itu.

“Pertama, stabilkan perekonomian bangsa. Kemudian, selamatkan demokrasi Indonesia, dan ketiga usut tuntas kasus korupsi PLTU Riau 1,” ujarnya, Senin (10/9/2018).

Selain aksi di Riau, aksi demonstrasi juga berlangsung di Palu, Sulawesi Tengah. Aksi kali ini dilakukan oleh ratusan mahasiswa yang tergabung dari mahasiswa Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu.

Aksi demonstrasi digelar di depan Kantor DPRD Sulawesi Tengah, Senin (10/9/2018). Para demonstran meminta Presiden Jokowi mundur dari jabatannya.

Kordinator aksi, Moh.Takdir menyampaikan bahwa mereka meminta Jokowi turun dari jabatan Presiden karena dianggap gagal memperbaiki perekonomian.

“Jokowi gagal membawa Indonesia menjadi lebih baik,” tuturnya.

Aksi ini diwarnai dengan membakar ban bekas, tepat di pintu masuk kantor DPRD Sulawesi Tengah. Salah seorang polisi sontak menyiram air ke arah massa aksi dengan menggunakan ember.

Massa sebelumnya sudah diperingati oleh aparat kepolisian untuk tidak melakukan pembakaran ban. Namun, upaya pembakaran terus dilakulan sebagai aksi protes terhadap kebijakan yang dilakukan oleh pemerintahan Indonesia.

Aksi demonstrasi ini berakhir pada pukul 11.30 WITA dengan aman dan kondusif dalam pengendalian aparat keamanan.

Penulis : Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here