Kubu Capres Jokowi Promosikan Hasil Pembangunan di Bioskop, Fadli Zon Protes. Kenapa?

0
183
Foto:ist

Jakarta, namalonews.com – Jokowi sebagai bakal calon presiden untuk gelaran akbar Pilpres 2019 dari kubu petahana banyak mendapatkan keuntungan. Di antaranya adalah  Jokowi bisa bertindak dalam satu kapasitas, yakni presiden sekaligus calon presiden.

Jokowi sebagai presiden bisa ‘menyelipkan’ program kerjanya sebagai ajang promosi dalam pencapresan. Itu bisa dilakukan hanya oleh kubu capres petahana.

Keuntungan Jokowi sebagai capres petahana juga dapat dilakukan saat cuti kampanye. Apalagi jika merujuk aturan tentang pemilu, capres petahana hanya diwajibkan cuti jika berkampanye di hari kerja.

Misalnya, ketika capres petahana ingin berkampanye di hari Senin, maka yang bersangkutan harus cuti di hari tersebut dan dapat melanjutkan tugasnya di hari lain.

Selagi masih menjabat, Jokowi bisa menyelipkan visi-misi, program kerja, dan prestasinya selama ini dalam berbagai kunjungan ke berbagai wilayah Tanah Air. Atau, hal itu dapat  dengan penggunaan sarana, prasarana, dan fasilitas negara. Karena, faktanya pada saat itu Jokowi adalah presiden, yang sekaligus juga calon presiden.

Perihal penggunaan fasilitas negara dengan dukungan instasi dan aparatnya yang dilakukan oleh calon presiden petahana itu tampak pada iklan yang menampilkan keberhasilan Presiden Jokowi melaksanan pembangunan bendungan. Iklan itu ditampilkan  di bioskop.

Iklan di bioskop yang menampilkan pembangunan bendungan di era Presiden Joko Widodo  tersebut kemudian menjadi sorotan. Wakil Ketua DPR Fadli Zon ikut berkomentar di Twitter-nya.

Pada film-film di bioskop iklan tersebut muncul sebelum film ditayangkan.

Iklan itu merupakan versi singkat dari video ‘2 Musim, 65 Bendungan’, yang pernah diunggah di akun YouTube Jokowi.

Iklan tersebut memperlihatkan proses pembangunan sejumlah bendungan diikuti dengan testimoni seorang petani tentang manfaat dari bendungan itu. Video lalu ditutup dengan kutipan dari Jokowi.

“Membangun bendungan akan menjamin produksi pangan kita di masa depan karena kunci ketahanan pangan adalah ketersediaan air,” demikian tulisan dengan nama ‘Presiden Joko Widodo’ di bawahnya.

Setelah kutipan iklan  selesai, diikutilah tagar MENUJU INDONESIA MAJU di bawahnya. Akhirnya, muncul logo Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sebagai penyedia iklan layanan masyarakat.

Fadli Zon selaku Wakil Ketua MPR, turut membahasnya di media sosial. Iklan ini ramai dibahas, termasuk oleh Wakil Ketua DPR Fadli Zon, yang juga Waketum Gerindra. Dia meminta agar iklan itu dicopot.

“Sebaiknya iklan ini dicopot dari bioskop,” tulis Fadli Zon, Rabu (12/9/2018).

Kementerian Kominfo pun membenarkan telah memasang iklan tersebut. Iklan itu ditampilkan untuk menyampaikan hasil kerja pemerintah.

“Iklan yang ditayangkan di bioskop tersebut adalah salah satu cara Kemenkominfo menyampaikan apa yang dikerjakan pemerintah kepada para penonton bioskop,” kata Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Fernandus Setu saat dihubungi.

Penulis : Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here