Ladeni Tantangan Jokowi, Pemprov DKI Susun Rencana Atasi Masalah Sungai Ciliwung

0
50
Foto:ist

Jakarta, namalonews.com – Pada mulanya Presiden Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) bersama dengan Ibu Negara, Iriana Joko Widodo, melakukan olahraga pagi dengan berjalan kaki bersama dengan warga Indonesia di Korea Selatan. Mereka menyusuri jalanan kota Seoul pada Selasa (11/9/2018). Itu dilakukan dalam rangka kunjungan kerja Presiden Jokowi ke Negeri Ginseng tersebut.

Presiden Jokowi beserta rombongan mulai jalan kaki dari Hotel Lotte, tempat menginap selama di Korsel, menuju sungai. Mereka menyusuri Sungai Cheongyecheon yang berada di tengah Kota Seoul, sekitar satu kilometer jaraknya.

Itulah sebabnya, kemudian Presiden Jokowi ingin Ciliwung bersih seperti Sungai Cheonggyecheon, Seoul, Korea Selatan. Jokowi mengatakan bahwa pembangunan Sungai Cheonggyecheon hanya membutuhkan waktu dua tahun tiga bulan.

“Sungai Cheonggyecheon sebuah inspirasi yang sangat bagus. Kalau di Jakarta ada Ciliwung bisa jadi bersih seperti ini, wow, dan itu bisa,” kata Jokowi saat berjalan di pinggir sungai, dikutip detik.com dari situs Sekretariat Kabinet, Selasa (11/9/2018).

Atas tantangan tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyusun rencana untuk mengatasi masalah di Kali Ciliwung. Rencana itu dibuat sebelum Presiden Joko Widodo menginginkan Kali Ciliwung indah dan bersih seperti Sungai Cheonggyecheon di Seoul, Korea Selatan saat lawatan kerja.

“(Kali Ciliwung) Kami harus bereskan,” kata Anies di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (12/9/2018).

Itulah sebabnya, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menjelaskan bahwa rencana yang digagas salah satunya adalah mengurangi pencemaran. Bukan hanya untuk Kali Ciliwung, sungai yang mengalir di DKI juga masuk dalam rencana Pemprov DKI.

Anies melanjutkan bahwa sejak 2014 hingga 2017 pencemaran berat mengalami kenaikan paling tinggi. Pencemaran berat naik dari 32 persen menjadi 61 persen. Hal itu disebabkan oleh meningkatnya pencemaran ringan dan sedang menjadi pencemaran berat.

“Jadi yang sedang dan ringan itu menjadi berat, bukan turun lalu hilang. Jadi, selama 2014, 2015, 2017, kami mengalami peningkatan sungai yang mengalami pencemaran berat,” ujar Anies di Balaikota, Jakarta, Rabu (12/9/2018).

Untuk mengatasi pencemaran sungai di DKI, tambah Anies, butuh waktu. Itulah yang menjadi salah satu prioritas utama dalam memimpin DKI. Untuk keindahan, Anies menganggap hal itu bisa berjalan setelah kebersihan sungai telah rampung.

“Jadi PR kami, itu bukan sekadar soal estetika, tampak indah. Bukan sungainya tampak indah, tetapi yang paling penting pencemaran yang terjadi di DKI selama beberapa tahun ini meningkat secara signifikan. Jadi PR-nya itu, karena itu yang akan kita lakukan adalah membangun sungai sehingga menjadi ekosistem yang alamiah lagi,” ujarnya.

Penulis : Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here