Inilah Parpol-Parpol yang Diprediksi Gagal ke Senayan

0
229
Foto:ist

Jakarta, namalonews.com – Pemilu Serentak 2019 akan berlangsung semarak. Ada partai baru yang lolos menjadi peserta pemilu, dan ada parpol yang sudah dinyatakan gagal namun berhasil lolos berkat putusan Bawaslu dan PTUN.

Total ada 16 partai politik nasional, ditambah 4 partai politik lokal di Aceh yang menjadi peserta Pemilu 2019. Jumlah ini bertambah dari Pemilu Legislatif 2014 sebanyak 12 partai politik nasional dan 3 partai politik lokal.

Pemilu 2019 akan berlangsung serentak antara pemilu legislatif dan pemilu presiden-wakil presiden. Pemungutan suaranya akan digelar dalam satu hari yang sama 17 April 2019.

Tidak semua partai politik peserta pemilu 2019 berhasil meloloskan kadernya untuk duduk di kursi DPR RI. Suatu partai politik tidak berhasil ke Senayan karena perolehan suaranya di bawah ambang batas parlemen.

Ambang batas parlemen (parliamentary threshold) adalah ambang batas perolehan suara minimal partai politik dalam pemilihan umum untuk diikutkan dalam penentuan perolehan kursi di Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.

Di antara parpol-parpol tersebut, hanya ada enam partai politik tidak akan lolos ke DPR pusat (Senayan) pada pemilihan legislatif (pileg) 2019. Enam parpol yang diprediksi tidak lolos ke Senayan tersebut terdiri dari dua parpol lama dan empat baru. Mereka tidak lolos karena tidak memenuhi parliamentary threshold (jumlah kursi batas minimal) 4 persen di DPR.

Itulah hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA yang baru-baru ini usai dirilis. Survei ini dilakukan pada tanggal 12-19 Agustus 2018 dengan melibatkan 1.200 responden di 33 provinsi Indonesia, sebagaimana yang dipaparkan oleh peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby.

“Saat ini elektabilitas dari keenam partai tersebut di bawah 1 persen. Bahkan jika disimulasikan dengan menambah margin of error survei 2,9 persen elektabilitas keenam partai tak cukup lolos untuk ambang batas parlemen 4 persen,” papar Adjie dalam rilisnya, Jakarta, Rabu (12/9/2018).

Meski begitu, Adjie menambahkan bahwa jika disimulasikan dengan menambah margin of error survei sebesar 2,9 persen, keenam partai yang terancam itu masih berpeluang lolos menembus ambang batas parlemen.

Di sisi lain, tambah Adjie, partai politik juga masih bisa merebut 25,2 persen pemilih yang belum menentukan pilihannya pada Pemilu 2019.

Selanjutnya Adjie menilai bahwa masih ada upaya bagi setiap partai untuk mengubah peta dukungan jelang Pemilu 2019.

Adjie menambahkan bahwa margin of error dalam survei ini adalah plus minus 2,9 persen. Artinya, data survei bisa bertambah atau berkurang sebesar 2,9 persen.

Berikut hasil survei enam parpol yang diprediksi tak lolos ke Senayan:

  1. Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dipilih 0,6 persen responden
  2. Partai Bulan Bintang (PBB) dipilih 0,2 persen responden
  3. Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dipilih 0,2 persen responden
  4. Partai Berkarya dipilih 0,1 persen responden
  5. Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) dipilih 0,1 persen responden
  6. Partai Garuda dipilih 0,1 persen responden

Sementara itu, ada lima partai yang terancam tidak lolos ambang batas parlemen, yaitu:

  1. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dipilih 3,9 persen responden
  2. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dipilih 3,2 persen responden
  3. Partai Nasional Demokrat (Nasdem) dipilih 2,2 persen responden
  4. Partai Persatuan Indonesia (Perindo) dipilih 1,7 persen responden
  5. Partai Amanat Nasional (PAN) dipilih 1,4 persen. (Alf)

Penulis : Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here