Gus Miftah Terkejut Dakwahnya di Klub Malam Menjadi Viral

0
37
Foto : Instagram

Jakarta, namalonews.com – Sosok KH Miftah Maulana Habiburrahman atau yang lebih dikenal dengan Gus Miftah menjadi viral setelah video kajian agamanya di sebuah kelab malam di Bali menjadi pro kontra di dunia maya. Karena para jamaahnya yang rata-rata wanita mengenakan baju seksi.

Gus Miftah agak terkejut padahal dia sudah 8 tahun melakukan dakwah di tempat tersebut. Bahkan di Yogyakarta, pria berusia 47 tahun ini sudah 14 tahun melakukannya di kawasan Pasar Kembang (Sarkem).

Di Yogya, beberapa klub malam dan kafe sudah berjalan 12-13 tahun ini. Juga di Sarkem sudah 14 tahun, pesertanya ya mereka (penghuni) di Sarkem itu,” demikian kata pengasuh Ponpes Ora Aji, Rabu (12/9/2018).

Gus Miftah pun menegaskan bahwa dirinya tidak berniat melacurkan agama atas jalan dakwah yang dijalaninya itu.

“Saya dianggap melacurkan agama, kepentingan ekonomi, tidak. Saya berangkat dakwah biaya sendiri, konsumsi sendiri, tidak ada urusan masalah uang, sama sekali tidak ada, bener-bener murni dakwah,” ungkap Gus Miftah.

“Jadi kalau dibilang cari sensasi, ya sudah sejak dulu seharusnya. Ini bener-bener murni (berdakwah),” imbuhnya.

Sementara itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) memberikan tanggapannya terhadap aktifitas Gus Miftah ini. Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid dalam keterangan tertulisnya, Kamis (13/9) mengatakan bahwa sasaran dakwah itu tidak hanya terbatas kepada kelompok masyarakat yang sudah baik, tetapi juga kepada kelompok masyarakat yang belum baik.

Menurut Zainud Tauhid, justru kelompok ini yang perlu mendapatkan perhatian khusus, misalnya daerah lokalisasi, kampung narkoba, tempat-tempat perjudian, kelab malam atau daerah remang-remang yang penuh dengan kemaksiatan.

“Jadi kalau ada ustad, kyai atau ulama yang berani melakukan dakwah di tempat-tempat seperti itu menurut saya harus diberikan dukungan dan support, sepanjang dakwahnya dilakukan dengan cara yang benar, metodologi (manhaj) yang sahih, niat yang baik, ihlas dan tidak ada maksud untuk menodai kesucian agama Islam,” tegas Zainut.

Penulis : Agus Yanto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here