Polemik SBY dari Pencopotan Prasasti Bandara Lombok

0
132
Foto:ist

Jakarta, namalonews.com – Belakangan ini kabar burung sempat menggegerkan media dan masyarakat gara-gara polemik Prasasti Bandara Lombok. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengklaim bahwa dirinya sudah tidak memiliki hak lagi tentang Prasasti Bandara Lombok tersebut. Rupanya hal tersebut dipicu oleh penandatanganan prasasti oleh presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diganti oleh Joko Widodo.

Bahkan nama Bandara yang ada di Lombok itu, akan berganti nama menjadi Bandara Internasional Zainuddin Abdul Majid. Tentu saja, pendapat tersebut menuai kontroversi  bagi Elite Partai Demokrat karena dikhawatirkan prasasti akan disalahgunakan.

Seperti apakah masalah utamanya?

Seperti yang kita tahu bahwa pada tahun 2011 Bandara Internasional Lombok telah diresmikan oleh Susilo Bambang Yudhoyono. Namun sebelumnya nama bandara tersebut adalah Selaparang. Keadaan bandara lama ini ternyata dianggap sudah tak mampu lagi menampung laju para penumpang ke Lombok atau dari luar daerah. Karena itulah, akhirnya diubah nama bandara berkat kawasan Lombok yang semakin dilirik oleh mata wisatawan dunia.

Perlu diketahui bahwa penggantian nama bandara ini berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 1421 Tahun 2018. Pastinya ada dasar terselubung dibalik perbincangan tentang pengalihan tanda tangan Prasasti Bandara Lombok. Padahal nama tokoh dari NTB yakni Zainuddin Abdul Majid merupakan pahlawan nasional. Bahkan telah tercantum didalam Keppres Nomor 115/TK/Tahun 2017.

Rupanya Zainuddin Abdul Majid adalah kakek dari Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi atau lebih dikenal dengan nama Tuan Guru Bajang. Menurut berita yang beredar pergantian tersebut ternyata telah mendapat persetujuan dari pihak DPRD maupun Gubernur.

Sementara itu, menurut Sekjen Partai Demoklat Andi Arief memperkirakan dugaan bahwa ada modus tersendiri dari proses pengubahan nama Bandara Lombok. Prasasti yang bertanda tangan SBY di bandara memang sengaja akan diganti pihak tertentu. Bahkan Andi sempat menyinggung persoalan tersebut kepada Presiden RI ke-7 Joko Widodo yang dikira akan mengganti prasasti di Bandara Lombok.

Nah, naasnya lagi Andi pun memberikan kicauan di akun Twitter, Rabu (12/9/2018). Dia pun mulai menuliskan pendapat pribadinya yang berbunyi, “Pak Jokowi, apakah anda tidak punya rasa malu mau mengganti prasasti Bandara Lombok dengan prasasti baru bertandatangan anda?

Bandara Internasional Lombok Dibangun 2005

Keberadaan Bandara Internasional Lombok yang dibangun sejak tahun 2005 dan bebarengan dengan periode pertama masa kepemimpinan SBY. Sebetulnya pada proses pembangunan bandara tersebut sempat terjadi penolakan oleh masyarakat setempat, meskipun PT. Angkasa Pura I telah memberikan kompesasi lahan seluas 500 hektar agar bisa dibangun bandara.

Hatta Rajasa sebagai menteri perhubungan pada waktu itu telah bersedia meletakkan batu pertama sebagai petanda bahwa bandara akan segera dibangun. Sayangnya sempat dipulangkan oleh pihak Kepolisian karena terdapat situasi yang sangat genting. Kendati demikian Hatta Rajasa tetap melanjutkan prosesi peletakkan batu pertama tersebut.

Siapa sangka jika biaya pembangunan yang dikeluarkan untuk Bandar Udara Lombok menelan biaya yang cukup besar yakni kisaran Rp. 945,8 Miliar. Namun biaya tersebut sebanding dengan harapan lantaran mampu membalikkan modal. Tentunya berkat Lombok mampu menarik banyak wisatawan dari mancanegara.

Itulah secarik polemik yang sebenarnya tak perlu dibesar-besarkan. Pastinya kejadian tersebut hanya akan membuat kondisi politik semakin memanas. (Rico/Gus Anto/Viwi Yusya/Thoriq/Izzul/Dari berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here