Yatim Politik Tidak Punya Partai, Yenny Wahid: Itulah Risiko Jomblo Politik

0
59
Foto:ist

Jakarta, namalonews.com – Walapun tidak mempunyai partai politik, putri Gus Dur ini didekati oleh dua bakal pasangan calon presiden dan wakil presiden, Jokowi dan Prabowo. Kenapa sampai Zanubba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid alias Yenny Wahid yang putri mantan Presiden Abdurrahman Wahid itu didekati oleh dua bakal pasangan calon presiden?

Yang bisa menjawab pertanyaan itu agaknya cuma kedua bakal pasangan calon presiden tersebut. Agaknya mereka masih pecaya bahwa putri Gus Dur terebut masih mempunyai pengaruh dan massa yang signifikan di kalangan Nahdliyin.

Beberapa waktu yang lalu Zanubba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid alias Yenny Wahid  sedang didekati oleh kedua kandidat calon presiden, Jokowi dan Prabowo. Yenny mengatakan hal itu merupakan resikonya sebagai jomblo politik.

“Memang risiko saya sebagai jomblo politik,” kata Yenny, di rumah ibunya, Ciganjur, Jakarta Selatan, Kamis 13 September 2018.

Yenny menyatakan bahwa dirinya yatim politik bukan tanpa alasan. Itulah sebabnya, ia tidak berpartai. Ia tidak berpartai karena partainya diambil. Namun demikian, Yenny tidak secara terus terang menyatakan siapa yang mengambil partainya.

Yenny menyebut dirinya yatim politik karena tak berpartai. Ia mengatakan alasannya tak berpartai adalah karena partainya diambil.

“Karena saya tidak punya partai, partai kami diambil,” kata Yenny.

Walaupun demikian, Yenny merasa dirinya tidak kesulitan. Tentu saja tidak kesulitan kesulitan dalam menentukan sikap politiknya.

Baginya tidak berpartai bukan menjadi  alasan untuk menunda dirinya berpihak ke mana menentukan sikap politiknya. Menurutnya, hal ini hanya karena ia tidak bisa memutuskan sendiri karena butuh persetujuan pada kader Gus Dur.

Lebih lanjut, Yenny menyatakan bahwa ia akan terlebih dahulu mengadakan silaturahmi nasional dengan Barisan Kader Gus Dur (Barikade Gus Dur) pada 23 September 2018. Tanggal ini dipilih karena kedua kandidat capres-cawapres akan menyampaikan visi misinya.

Setelah muncul hasil dari silaturrahmi nasional itulah, Yenny baru akan membeberkan keputusannya merapat ke kubu mana, kubu Jokowi-Ma’ruf Amin atau kubu Prabowo-Sandiaga.

“Insyaallah mungkin akan seperti itu,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui bahwa pada beberapa waktu sebelumnya, Jokowi berkunjung ke keluarga mendiang Presiden Abdurrahman Wahid pada Jumat pekan lalu, 7 September 2018. Sementara itu Prabowo berkunjung pada Kamis kemarin, setelah calon wakilnya, Sandiaga Uno, berkunjung ke tempat yang sama pada Selasa, 11 September 2018 yang lalu.

Penulis : Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here