Gunung Anak Krakatau Masih Mengeluarkan Sinar Api dan Lava Pijar

0
185
Foto : ANTARA

Jakarta, namalonews.com – Pengamatan aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, sepanjang Minggu (16/9/2018) hingga Senin (17/9/2018) dini hari menunjukkan sinar api dan guguran lava pijar masih keluar ke arah Selatan.

Seperti dilansir Antara, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berdasarkan laporan dari Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau di Selat Sunda menyebut aktivitas Gunung Anak Krakatau periode pengamatan Minggu (16/9/2018) pukul 00.00 WIB sampai Senin (17/9/2018) pukul 24.00 WIB, menunjukkan secara visual kondisi gunung kabut 0-III. Sementara asap kawah tidak teramati.

Dalam pengamatan visual pada malam hari baik langsung maupun lewat CCTV teramati sinar api dan guguran lava pijar ke arah Selatan. Terdengar suara dentuman dan getaran yang lemah dirasakan di Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau. Namun, kondisi ombak laut sejauh ini dilaporkan tenang.

Kegempaan terjadi tremor menerus (microtremor) dan terekam dengan amplitudo 17-52 mm (dominan 47 mm).

Cuaca di sekitar gunung api di dalam laut (305 meter dari permukaan laut) itu cerah dan berawan. Angin bertiup lemah ke arah Utara dan Timur Laut. Suhu udara 23-32 derajat Celsius, kelembapan udara 32-91 persen, dan tekanan udara 0-0 mmHg.

Kesimpulannya, tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau Level II (Waspada), dan direkomendasikan masyarakat/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati dalam radius 2 km dari kawah.

Sebelumnya, Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda sepanjang Sabtu (1/9/2018) hingga Minggu (2/09/2018) dini hari, telah mengeluarkan 56 kali letusan, 207 kali hembusan, dan lima kali tremor harmonik dengan status tetap pada Level II (Waspada).

Gunung yang terletak di Provinsi Lampung tersebut rupanya hampir setiap hari meletus. Bahkan, Sabtu (18/8/2018). Gunung Anak Krakatau erupsi sebanyak 576 kali dalam sehari.

Penulis : Muhammad Izzul

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here