Jokowi Akan Disolokan oleh Mantan Relawannya

0
529
Foto:ist

Jakarta, namalonews.com – Secara kaidah bahasa, istilah disolokan kurang tepat   penggunaannya. Namun, secara psikologis dan sosiologis bahasa, penggunaan kata disolokan itu bisa diterima. Dalam hal ini, disolokan dimaknai sebagai pengembalian ke Solo atau dikembalikan ke Solo.

Kenapa harus disolokan dan bukan diyogyakan, disemarangkan, atau disurabayakan? Karena tempat yang dituju adalah Solo atau tempat asal-usulnya sesuatu yang dikembalikan itu adalah Solo.

Istilah Jokowi akan disolokan adalah sosiologi kebahasaan terkait dengan tekad dan rencana sekelompok relawan pendukung Jokowi yang dulu berjuang mati-matian memperjuangkan keberhasilan Jokowi menjadi presiden pada pilpres 2014.

Namun, kini mereka berbalik arah. Mereka berbalik arah dari mendukung Jokowi pada Pilpres 2014, tetapi kini untuk pilpres 2019 mereka tidak lagi mendukung Jokowi dengan mendukung calon presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno.

Adalah kelompok relawan yang bernama Indonesia Muda. Mereka bertemu dengan bakal cawapres Sandiaga Uno di Posko Melawai, Jalan Melawai, Jakarta Selatan, Jumat (14/9) sore. Di awal pertemuan, para relawan tersebut mengaku sebagai bekas relawan pasangan Jokowi – JK di Pilpres 2014.

Aksi untuk menyolokan Jokowi tersebut dipelopori oleh Lutfi Nasution. Ia adalah Ketua relawan Indonesia Muda. Tindakan mereka itu dilakukan atas dasar kesalahan mereka memilih pemimpin pada pipres 2014 yang lalu. Itulah sebabnya, mereka berbalik arah.

“Tobat, karena bersalah memilih pemimpin yang hari ini, saya enggak bisa membicarakan Bung (Sandi),” kata Lutfi.

Sebagaimana diketahui bahwa beberapa di antara mantan relawan Jokowi yang bergabung di Indonesia Muda adalah  Guntur Siregar (mantan Sekjen Projo/Pro-Jokwi), Ucok Syafti Hidayat (Pendiri Bara JP/Barisan Relawan Jokowi Presiden), dan Dadan Hamdani (deklarator kelompok Jokowers/pendukung Jokowi). Namun, lanjut Lutfi, selain mantan  relawan tersebut, Lutfi juga menuturkan bahwa pada pihaknya ada juga aktivis 98, sejumlah guru, pengusaha muda, hingga pengangguran yang dulu mendukung Jokowi.

“Tapi kami di sini tidak meminta pekerjaan, karena kami banyak enterpreneur muda,” ujar Lutfi.

“Kami di sini akan memperkenalkan diri, ini bukan deklarasi Bung Sandi, karena kami akan melakukan apa pun untuk pemenangan,” tambahnya.

Para mantan pendukung Jokowi itu kini mengaku berpihak kepada Sandi bukan tanpa alasan. Yakni lantaran sosok mantan jelas Lutfi, soal lapangan pekerjaan.

Setelah ngobrol, kelompok relawan itu menyerahkan naskah dukungan kepada Prabowo-Sandi. Relawan Indonesia Muda lantas memberikan sebuah kaus kepada Sandi yang tergambar wajahnya.

Di samping itu, ada seorang relawan yang melepaskan kausnya  bertuliskan ‘I’m Jokowers’.

Kemudian, mereka melakukan deklarasi.

Deklarasi Relawan Indonesia Muda mendukung Prabowo Subianto – Sandiaga Uno, eks Jokowers, di Posko Melawai, Jalan Melawai, Jaksel, Jumat (14/9/18).

Setelah acara deklarasi selesai dilakukan, sekjen relawan Indonesia Muda yang juga eks Sekjen Projo, Guntur Siregar, menegaskan bahwa pihknya siap memenangkan pasangan Prabowo-Sandi di Pilpres 2019. Makanya, Ia mengaku akan memulangkan Jokowi ke Solo.

“Catat ya, saya akan pulangkan Jokowi ke Solo,” tegas Guntur.

Dalam kaitannya dengan menyeberangnya kadernya, dia menjelaskan seperti yang berikut. Langkah menyebrang dari kubu Jokowi itu dilakukan karena kecewa dengan kinerja Jokowi. Nawa Cita yang digemborkan Jokowi – JK, kata dia, tak berjalan dengan baik.

“Berdasarkan evaluasi 4 tahun pemerintahan, ternyata Nawacita yang telah disusun bersama tidak dijalankan dengan sebaik-baiknya. Dan semakin ke sini, kami lihat rakyat semakin sengsara,” pungkasnya. Itulah pernyataan mantan relawan Jokowi.

Penulis : Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here