Viral! Di Kalimantan Timur, Pengendara Motor Berkaos #2019GantiPresiden Dipersekusi Anggota DPRD

0
287
Foto:ist

Jakarta, namalonews.com – Viral di media sosial video persekusi tiga anggota DPRD Samarinda, Kalimantan Timur atas pengendara motor. Pengendara motor Yamaha Jupiter MX dengan nomor polisi KT 6369 LT yang sedang berboncengan di Jalan Teuku Umar, itu mengenakan kaos #2019GantiPresiden.

Video tersebut berdurasi 1 menit 18 detik. Video tersebut merekam penghadangan terhadap pengendara motor di Jalan Teuku Umar, Sungaikunjang, oleh tiga anggota DPRD Samarinda. Hal itu jadi buah bibir warganet. Video terebut direkam pada Sabtu (15/9/2018).

Ketiga anggota DPRD Samarinda tersebut adalah Ahmad Vanandza, Suriani, dan Hairul Usman. Ketiganya anggota dewan tersebut berasal dari fraksi PDI Perjuangan.

Oleh Suriani, pemuda tersebut ditanyai asalnya dari mana. Di samping itu, dia juga menanyakan apa alasannya menggunakan kaos #2019GantiPresiden.

“Dari mana kalian? Terus mau ganti presiden ini buat apa? Ini melanggar. Makanya jangan ikut-ikutan. Kalau kalian mahasiswa, belajar, bagaimana itu undang-undang,” ucap Suriani.

Ketiganya terekam dalam satu frame di video yang terjadi di tepi jalan. Sementara dua pemuda yang menggunakan kaos bertuliskan #2019GantiPresiden tak berdaya.

Kemudian korban dikerumuni bagai maling yang tertangkap basah. Kaos bagian belakang korban ditarik oleh anggota Dewan tadi. Akhirnya sobeklah kaos korban dan kemudian terlepas. Tubuh korban pun jatuh nyaris terpelanting .

“Kalau mau ganti presiden jangan tinggal di sini, tinggal di luar. Ini Indonesia, bukan Arabic. Saya juga Islam,” salah satu anggota DPRD yang diduga Ahmad Vanandza.

Ahmad Vanandza, Suriani, dan Hairul Usman saling bersahutan melakukan serangan verbal kepada pengendara itu karena menggunakan kaos bertuliskan #2019GantiPresiden. Hingga terselip kata tak pantas yang diduga dilontarkan Ahmad Vanandza, anggota Komisi I DPRD Samarinda.

“Yang mau ganti presiden, pasang presiden kalian, tulis Prabowo. Mau ganti sistem, khilafah taik,” tegasnya.

Korban persekusi tersebut  tidak kuasa menolak perintah ketiga wakil rakyat tersebut. Korban terpaksa melepas baju #2019GantiPresiden, kemudian memasang jaket. Selanjutnya pemuda itu pergi meninggalkan lokasi.

Lebih daripada itu, bahkan korban nyaris dipukuli. Beruntung Kapolsek Samarinda Ulu, Kompol Raden Sigit Satrio Hutomo yang berada di lokasi kejadian langsung meredam aksi persekusi tersebut.

Atas tindakan  perekusi  yang terjadi Sabtu siang (15/9/2019) tersebut, Kapolresta Samarinda, Kombes Vendra Riviyanto, memberikan tanggapan. Vendra menjelaskan bahwa hal tersebut tentu tak dibenarkan.

“Namanya persekusi, tidak pantas,” sebutnya.

Hingga kini pihak kepolisian setempat  masih melakukan pengembangan lebih lanjut  terhadap pengguna kaos #2019GantiPresiden. Perwira menengah Polri berpangkat melati tiga di pundak itu menegaskan bahwa pihaknya tentu melihat kejadian tersebut dari berbagai sudut pandang.

Kalau penanganannya kasus ini hanya dilihat dari sudut pandang pengguna dan asal-usul  kaos #2019GantiPresiden dan tidak dilakukan pemeriksaan terhadap pelaku persekusi, jangan salahkan jika polisi dianggap oleh masyarakat bertindak tidak adil.

Penulis : Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here