Asal Bunyi, Farhat Abbas Dipecat Jadi Jubir Jokowi-Ma’ruf Amin

0
901
Foto : Tribunnews

Jakarta, namalonews.com – Penunjukan Farhat Abbas sebagai salah satu juru bicara Jokowi-Ma’ruf Amin sudah berlangsung beberapa waktu. Ada dugaan bahwa ditunjuknya Farhat Abbas sebagai salah satu jubir Jokowi-Ma’ruf ialah untuk mengimbangi penunjukkan Fadli Zon sebagai salah satu juru bicara Prabowo-Sandiaga. Namun, kubu Jokowi-Ma’ruf agaknya harus bersiap menerima kenyataan bahwa sensasi yang dibuat Farhat Abbas lebih dulu memungkinkan kubu Jokowi-Ma’ruf untuk memecat Farhat Abbas sebagai juru bicara.

Alih-alih mengangkat nama baik pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yang diusung, Farhat Abbas justru membuat malu dengan membuat pantun yang dimaksudkan untuk menyudutkan kubu Prabowo-Sandiaga. Diketahui pada 10 September lalu Farhat menuliskan cuitan di akun social medianya yang mengutarakan bahwa barang siapa memilih Jokowi menjadi presiden, mereka akan masuk Surga. Sebaliknya, jika tidak memilih Jokowi dan justru menyudutkan Jokowi, niscaya akan masuk Neraka.

Sontak postingan Farhat Abbas ini menuai banyak komentar. Bukan hanya datang dari netizen yang pro terhadap Prabowo-Sandiaga Uno, tetapi juga datang dari netizen yang justru pro kepada Jokowi-Ma’ruf. Apa yang dilakukan Farhat Abbas tersebut bukannya mengangkat kredibilitas calonnya, justru malah mempermalukan nama pasangan Jokowi dan Ma’ruf Amin. Akhirnya, bukan hanya menyudutkan kubu Prabowo-Sandiaga, tetapi lebih besar efeknya kepada mempermalukan kubu Jokowi-Ma’ruf.

Menyadari postingannya menuai lebih banyak kontra daripada pro, Farhat Abbas yang juga mendapatkan teguran dari Sekjen PKB, Abdul Kadir Karding akhirnya mengunggah permohonan maaf kepada seluruh pihak. Saat ditemui awak media pada Rabu 12 September kemarin pun Farhat Abbas memberikan sedikit penjelasan. Ia menyatakan bahwa maksud dari pantunnya itu karena ia merasa Jokowi mampu membawa rakyat Indonesia ke Surga melalui pembangunan mental yang dilakukan.

Namun sayangnya, maksud hati Farhat tak bersambut baik oleh juru bicara Jokowi lainnya. Wakil Sekretaris TKN kubu Jokowi-Ma’ruf, Raja Juli Antoni menegaskan bahwa apa yang dinyatakan Farhat sama sekali tidak sesuai dengan nilai-nilai yang dianut oleh Tim Kampanye Nasional kubu Jokowi-Ma’ruf Amin. Hal mengejutkan lainnya diungkapkan oleh Raja. Setelah heboh dikatakan Farhat Abbas bertindak sebagai jubir Jokowi-Ma’ruf, Raja justru mengutarakan bahwa posisi Farhat ialah sebagai tim kampanye saja, bukan sebagai jubir.

Raja menyayangkan pantun Farhat terkait Jokowi-Ma’ruf yang membawa-bawa masalah akhirat ke dalamnya. Raja juga menyayangkan adanya isu primordialisme yang dibawa Farhat ke dalam salah satu bentuk kampanye tersebut. Raja menegaskan bahwa langkah yang mengusung nilai primordial oleh Farhat tersebut sama sekali bukan pemahaman yang dianut oleh tim Jokowi-Ma’ruf. Di samping Raja, Abdul Kadir Karding sebagai Sekjen PKB juga mengaku sudah melakukan teguran terhadap kadernya tersebut.

Setelah menegur kadernya, Karding mengutarakan bahwa apa yang diutarakan Farhat Abbas sama sekali tidak membawa hal positif untuk pihak mana pun. Sebaliknya, Farhat justru membawa bencana dalam tanda petik untuk dirinya sendiri, untuk partai, dan terlebih untuk pasangan calon yang didukungnya. Namun, di samping dari itu semua, Karding juga sedikit membela langkah Farhat tersebut. Karding mengatakan bahwa apa yang dilakukan Farhat bersumber dari fanatisme Farhat terhadap sosok Jokowi.

Lebih jauh Karding menyatakan bahwa saat ada isu-isu yang menyudutkan Jokowi dengan tuduhan Jokowi pro Cina dan Jokowi termasuk salah satu antek-antek PKI, Farhat Abbas sangat marah dan menyatakan tuduhan tersebut sungguh tidak pantas untuk Jokowi. Namun, Karding menyatakan ucapan farhat tetap salah.

Gus Anto/Thariq (dari berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here