Bergabung dengan Capres Prabowo, Kwik Kian Gie Langsung Tancap Gas

0
485
Foto:ist

Jakarta, namalonews.com – Akhirnya mantan Menteri Ekonomi, Keuangan, dan Industri Indonesia (Ekuin), Kwik Kian Gie, yang sekaligus juga sebagai pengamat ekonomi ini bergabung sebagai penasihat calon presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Usai melakukan pertemuan dengan Prabowo, Kwik Kian Gie langsung mengungkapkan kekecewaannya atas kepemimpinan Presiden Jokowi. Menurut Kwik Kian Gie, pemikirannya di bidang ekonomi selalu ia tulis menjadi buku. Buku itu kemudian diberikan kepada para calon presiden.

Buku tersebut, jelas Kwik, pertama kali ia tulis pada 2004. Selanjutnya, buku terebut  diserahkan kepada pasangan calon presiden Megawati, dan yang saat itu berpasangan dengan Hasyim Muzadi.

Pada tahun 2009 ia kembali memperbaharui tulisannya, dan menyerahkannnya kepada Megawati.

Namun menurut Kwik, tidak ada respons dari Megawati terkait buku tersebut.

“Tadi sudah saya katakan bahwa saya itu menulis booklet dari tahun 2004. Itu orientasi saya karena Ibu Megawati calon presiden. Pada tahun 2009 juga, tapi sama sekali tidak ada respons,” kata Kwik saat jumpa pers.

Menurut Kwik, hingga saat itu hubungannya dengan Megawati baik-baik saja.

Bahkan, Kwik mengira bahwa buku tersebut akan mendapatkan respons yang positif. Namun, ternyata yang terjadi justru sebaliknya.

“Karena sampai sekarang hubungan saya masih sangat dekat, tapi ibu Megawati kan ketua umum, dia mengasumsikan bahwa akan ada respons. Tapi sama sekali tidak. Dari sekjen tidak, dari litbang tidak. Dari siapa pun tidak,” katanya.

Kasus seperti itu terjadi lagi terhadap Jokowi. Hal  itu terjadi saat ia memberikan buku yang berjudul Platform Presiden 2014 kepada Jokowi.

“Jadi saya bicara dengan Pak Jokowi. Saya mengatakan bahwa bapak sekarang kan sudah jadi gubernur, sangat populer, tolong gunakan popularitas ini untuk kepentingan partai dan kepentingan negara ini, bicaranya jangan hanya urusan DKI saja tetapi urusan negara.”

“Apa itu? Kata Jokowi. Oh kebetulan saya punya bahan yang banyak sekali oleh karena saya lama sekali Ketua Litbang PDI-P, Ketua DPP, dan mewakili PDI juga menjadi wakil ketua MPR. Langsung saya kirimkan segepok hard copy plus banyak sekali soft copy. Satu kata pun tidak ada reaksi, tidak ada sambutan apa-apa. Jadi jelas,” katanya.

Hal tersebut berbeda sekali dengan Prabowo.

Kata Kwik, Ketua umum Partai Gerindra itu menyambut baik buka Platform Presiden 2019. Bahkan menurut Kwik, Prabowo mengkaji bukunya dengan serius, dan mengajaknya berdiskusi.

“2019 saya baru berpikir baru coret-coret catatan untuk menyesuaikan, saya dipanggil oleh Pak Prabowo. Ternyata Pak Prabowo mempunyai perhatian yang begitu besar dan intensif, dibaca satu per satu kuning-kuningini, saya diajak diskusi. Nah lalu kita diskusi,” katanya.

Untuk diketahui bahwa Kwik Kian Gie masuk menjadi tim penasihat Ekonomi Prabowo‎-Sandi di Pemilu Presiden 2019.

Penulis : Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here