Iklan Jokowi Muncul di Bioskop, Apakah ini Kampanye?

0
199
Foto : Indosport

Jakarta, namalonews.com – Aura pemilihan presiden 2019 mendatang sudah mulai tercium. Hal tersebut membuat segala sesuatu yang dilakukan oleh kedua calon menjadi pemberitaan yang menarik untuk terus menerus diulas. Termasuk yang baru-baru ini muncul ke permukaan adalah berita terkait Jokowi yang dianggap oleh sebagian pihak melakukan kampanye terselubung melalui penayangan iklannya yang membahas sekian jumlah bendungan yang berhasil ia bangun di masa kepemerintahannya.

Dalam video berdurasi beberapa menit tersebut terlihat sosok Presiden RI sedang secara tidak langsung memamerkan kinerja kabinetnya dalam membangun puluhan bendungan di Indonesia. Iklan tidak seratus persen menayangkan Jokowi. Ada juga potret para petani yang masuk ke dalam iklan dan menerangkan perihal betapa pentingnya peranan bendungan yang dibangun oleh Jokowi-JK beberapa waktu silam.

Adanya tayangan iklan di bioskop sebenarnya bukan hal yang baru atau asing lagi. Namun, sejumlah pihak menuturkan bahwa adanya penayangan iklan yang menampilkan keberhasilan kerja Jokowi tersebut dianggap mengganggu dan lebih jauh disinyalir sebagai salah satu bentuk kampanye. Perihal tuduhan adanya kampanye gelap yang dilakukan oleh kubu Jokowi, tidak tinggal diam, sejumlah pihak pun ikut buka suara.

Dimulai dari Wakil MPR RI Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa atau PKB ini memberikan komentar atas tampilnya iklan tersebut. Dalam hal ini Cak Imin beranggapan bahwa Kominfo sedang main irit-iritan dengan memilih menayangkan iklan Jokowi tersebut. Bahkan Cak Imin mengusulkan agar iklan yang tayang di bioskop tersebut lebih baik tayang di televisi untuk menggaet public lebih luas.

Tidak tinggal diam, Kominfo juga memberikan tanggapannya terkait ucapan Cak Imin. Cak Imin sendiri memang tidak mempermasalahkan adanya iklan tersebut. Namun, ungkapan Cak Imin yang menyatakan irit-iritan Kominfo, Kominfo berdalih bahwa iklan tersebut tayang sesuai dengan program kerja yang sudah disusunnya. Adapun terkait dana, hal itu pun sudah dianggarkan jauh sebelum iklan itu dapat tayang. Artinya, bukan prinsip irit-iritan, tetapi semua berdasar pada program kerja yang dirancang.

Dapat tanggapan dari Cak Imin dan juga Kominfo, Jokowi lebih santai lagi menanggapi isu dirinya melakukan kampanye terselubung di bioskop. Jokowi hanya menegaskan bahwa sejatinya iklan itu dibuat oleh Kominfo sebagai pemenuhan atas program kerja dan tugas Kominfo yang berperan sebagai penyampai informasi atau Humas Negara kepada rakyat Indonesia. Jokowi juga tegas mengatakan bahwa tidak ada unsur kampanye dalam penayangan iklan di bioskop tersebut.

Jokowi sendiri memberikan perumpamaan jika pada masa Orde Baru ada Departemen Penerangan yang menjabarkan atau menginformasikan program-program pemerintah kepada rakyat, di saat ini yang ada itu Kominfo sebagai pemberi informasi atas program kerja apa saja yang akan, yang sedang, dan tentunya yang sudah terlaksana oleh pemerintah untuk rakyat. Dengan gaya santainya, Jokowi justru balik bertanya, masak iya harus diam ketika program pemerintah mengalami keberhasilan?

Adapun iklan yang dibuat oleh Kominfo tersebut dianggap sebagai sesuatu yang wajar. Mengapa demikian? Hal tersebut karena materi yang diulas di dalam iklan tersebut adalah materi yang sudah rampung. Itu artinya, Jokowi sendiri tidak sedang mempromosikan janji-janji atau visi misinya ketika seandainya terpilih kembali sebagai Pemimpin Nomor 1 RI di pusaran pilpres 2019 mendatang. Pertanyaannya adalah, apa yang salah jika Presiden secara jujur mensosialisasikan keberhasilan kerjanya dalam 1 bidang selama masa periode jabatannya?

Izul Haq/Viwi (dari berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here