Memalukan! Tenaga Ahli Utama di Kantor Staf Kepresidenan Kok Akan Dipolisikan

0
399

Jakarta, namalonews.com – Diduga telah melakukan tindak kebohongan terhadap publik, Tenaga Ahli Utama di Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Ali Mochtar Ngabalin,  terancam akan dipolisikan. Politisi Partai Golkar itu kini ditunjuk menjadi tenaga ahli utama di Kantor Staf Presiden (KSP) bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi. Ngabalin bertugas di bawah Deputi IV KSP.

Pihak yang akan melaporkan Ali ke kepolisian adalah  Tim Hukum Badan Koordinasi Mubaligh Seluruh Indonesia (Bakomubin). Dalam laporannya, Bakomubin  mendesak agar Ali Mochtar Ngabalin bersedia untuk meminta maaf. Jika tidak meminta maaf, dia  terancam  bakal dipolisikan.

Sebelumnya, Ali diduga telah melakukan tindak  kebohongan  terhadap publik. Kepada publik Ali mengaku menjabat sebagai Ketua Umum Bakomubin.

“Tindakan yang bersangkutan menimbulkan perpecahan di internal Bakomubin dan itu merugikan kami,” kata pengacara Bakomubin, Pitra Romadoni Nasution, di kawasan KSP, Jakarta Pusat, Senin (17/9/2018).

Awal mula perkara ini adalah  pada tanggal  9 Januari 2017. Saat itu, Ali menyampaikan keinginannya  untuk menjadi calon ketua umum Bakomubin. Akan tetapi, dengan syarat ia tidak boleh terlibat dalam partai politik mana pun. Permintaan Ali disambut baik Bakomubin.

Kemudian,  pada 30 Januari 2017, Majelis Syuro mengadakan rapat kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat Bakomubin periode 2017-2022. Dalam rapat itu, Ali menolak ajakan Majelis Syuro untuk menyusun dan menetapkan anggota DPP. Ali justru menyerahkan susunan kepengurusan yang telah ia bentuk sendiri itu ke Bakomubin.

Bakomubin pun menolak secara tegas pengajuan pengurusan oleh Ali tersebut.

Pada sisi yang lain, Bakomubin mengetahui bahwa Ali memberikan sejumlah pernyataan di media massa. Dalam pernyataannya itu, Ali mengaku sebagai Ketua Umum Bakomubin.

Atas pernyataan pengakuan Ali tersebut, Pitra menuding bahwa  Ali telah sengaja membuat Surat Keputusan (SK) palsu atas penunjukan dirinya.

“Karena itu,  kami mendesak Ali Mochtar untuk meminta maaf kepada Majelis Syuro Indonesia dan Bakomubin Indonesia,” kata Pitra.

Selanjutnya, Pitra  mebuat ancaman. Ia mengancam dengan mengatakan bahwa  jika sampai pekan depan Ali tidak meminta maaf, maka ia akan membawa kasus ini ke jalur hukum.

 

Penulis : Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here