Sekarang Sukses, Dulu Siti Badriah Hidup Pas-pasan

0
298
Foto : Tribunews.com

Jakarta, namalonews.com – Nama pedangdut Siti Badriah tidak asing lagi di telinga. Pedangdut cantik yang baru-baru ini merajai music dangdut melalui singlenya yang berjudul Lagi Syantik ini ternyata memiliki masa lalu yang lumayan pahit. Menyadari masa lalu adalah bagian dari kesuksesannya saat ini, Siti Badriah atau yang akrab disapa Sibad tersebut tidak malu untuk membagikannya kepada awak media. Bahkan blak-blakan kabarnya Siti Badriah hanya bisa makan mie instan dan mengantongi uang pas-pasan saat awal mengadu nasib di Jakarta.

Dalam unggahan instastorynya, Sibad membagikan kisah di masa lalu yang ia lewati hingga mendapatkan kesempatan untuk hidup lebih baik pada masa sekarang. Sibad mengungkapkan bahwa pada waktu pertama ia tinggal di Jakarta, Sibad tinggal di sebuah rumah kos.

Yang mengejutkan lainnya adalah Sibad mengaku pernah menumpang makan pada tetangga pada saat itu. Selanjutnya Sibad mendapatkan rezeki tambahan dan bisa menyewa sebuah apartemen bersama rekannya. Dalam fase itu juga Sibad masih harus merasakan membagi satu bungkus mie instan dengan rekannya tersebut.

Beda dulu beda sekarang, itulah yang nyata dialami oleh Siti Badriah. Pasca salah satu singlenya yang berjudul Lagi Syantik merajai music Indonesia, bahkan hingga dicover oleh beberapa orang di luar negeri, Sibad tak ayal mendulang kesuksesan. Kabarnya buah dari kesuksesan Lagi Syantik tersebutlah Sibad bisa membeli sebuah rumah mewah yang saat ini ia tempati.

Menempati rumah mewah tak membuat Sibad lupa diri. Terbukti cuitannya di Instagram yang mengenang masa lalunya tersebut tersirat sebagai rasa syukur Sibad atas apa yang dia dapatkan pada masa sekarang ini.

Selama enam tahun merintis karier sebagai penyanyi dangdut di Ibu Kota, Sibad alami beberapa kali pindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Sibad bersyukur sebab semua perjalanannya merupakan bukti dari kerja kerasnya selama ini. Diketahui sekitar 6 tahun yang lalu saat pertama kali hijrah ke Jakarta, Sibad menempati sebuah rumah kos di bilangan Tebet yang luasnya pas-pasan.

Sibad juga membagikan cerita saat itu ia harus tidur berdempet-dempetan. Yang lebih menyedihkan lagi adalah ketika Sibad harus menelan kenyataan pahit tidak memiliki uang sehingga untuk makan pun ia harus menumpang pada tetangga.

Fase kedua Sibad menempati sebuah Apartemen Kalibata City. Dalam unggahannya, SIbad mengutarakan bahwa alasannya ingin tinggal di apartemen tersebut adalah karena apartemen itu berdekatan dengan sebuah mall. Keinginan Sibad tersebut ia curahkan kepada orang tuanya. Dan beruntung, Sibad akhirnya bisa pindah ke apartemen di bilangan Kalibata tersebut.

Sibad menempati apartemen itu bersama seorang temannya. Tinggal di apartemen tak lantas berarti nasib Sibad mujur. Dalam unggahannya Sibad mengutarakan bahwa ia pernah membagi satu porsi mie instan bersama seorang temannya.

Sempat beberapa waktu tinggal di Apartemen Kalibata City, Sibad kembali mengadu kepada ibunya ingin tinggal di apartemen kawasan Cempaka Putih. Alasan SIbad ingin pindah apartemen cukup sederhana, yaitu karena luas kamar di apartemen Cempaka Putih lebih besar daripada apartemen sebelumnya di Kalibata.

Sempat tinggal selama 1 tahun di apartemen tersebut, Sibad memiliki tekad untuk tinggal di perumahan bilangan Kayu Putih. Melalui kerja kerasnya, Sibad akhirnya bisa menetap selama dua tahun di perumahan kawasan Kayu Putih tersebut. Terakhir, Sibad memiliki keinginan untuk mempunyai rumah pribadi di Cibubur. Dan kini, impian Sibad tersebut terwujud.

Gus Anto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here