Inilah Alasan Kader PDI Perjuangan-Kwik Kian Gie Mendukung Prabowo

0
123
Foto:ist

Jakarta, namalonews.com – Siapakah yang tidak kenal akan ekonom senior ini? Inilah dia, Kwik Kian Gie. Ia adalah ahli ekonomi sekaligus politikus yang sangat disegani oleh kawan maupun lawan. Keteguhan pada prinsip dan nilai-nilai kebenaran dan nasionalisme serta selalu mengkritik hal yang salah, membuat Kwik Kian Gie tidak disukai mereka-mereka yang ‘salah langkah’.

Itulah sebabnya, ia mengungkapkan perasaannya ketika dekat dengan Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PDI Perjuangan.

Kwik, sebagai ahli ekonomi dan sekaligus kader PDI Perjuangan, pernah memberi saran kepada Ketua Umum Partai. Namun, sarannya itu pernah tidak diacuhkan oleh Ketua Umum partainya.

Pernah pula saran Kwik tidak diacuhkan oleh Jokowi. Sebaliknya, kubu Prabowo dan Sandiaga menyambut dengan baik pemikiran Kwik. Akhirnya, Prabowo  dan  Sandiaga  menjadikannya sebagai penasihat ekonomi.

Pada awal mulanya, Kwik bercerita mengenai buklet yang ditulis berjudul ‘Platform Presiden’. Buku itu, menurut Kwik, mengulas tentang kebijakan ekonomi yang diharapkan bisa diadopsi oleh Megawati saat menjadi capres pada 2004.

Namun apa daya upaya Kwik. Menurutnya, buklet itu tidak dijadikan sebagai rujukan. Sampai akhirnya pada 2009, Kwik menulis buku serupa yang disesuaikan dengan keadaan ekonomi Indonesia kala itu. Lagi-lagi, daya upaya Kwik itu yang juga tidak juga mendapat respons.

“Saya itu menulis buklet tahun 2004, itu orientasi karena Ibu Megawati calon presiden, tahun  2009 juga. Akan tetapi, sampai sekarang tidak ada respons,” ujar Kwik di kediaman Prabowo, Kertanegara, Jaksel, Senin (17//2018).

Beberapa tahun kemudian, tepatnya ketika suami Megawati, Taufiq Kemas wafat, Kwik bertemu dengan Jokowi. Kwik mengaku menyodorkan data-data serupa seperti yang dia tulis di buku ‘Platform Presiden’ kepada Jokowi.

Apa hasilnya?  Ternyata sama saja. Jokowi pun tidak merespons.

“Satu kata pun tidak ada reaksi, tidak ada sambutan apa-apa,” jelas Kwik.

Itulah sebabnya, menurut Kwik, sikap Megawati dan Jokowi yang seperti itu yang membuatnya memilih Prabowo-Sandiaga. Terlebih, kedua kontestan Pilpres 2019 itu tertarik pada pemikiran Kwik yang dituangkan di buku ‘Platform Presiden’.

Gayung pun bersambut. Kemudian kubu Prabowo menjadikan Kwik Kian Gie sebagai penasihat ekonomi. Karena masih menjadi kader PDI Perjuangan, hal itu membuatnya tak masuk jajaran timses Prabowo.

“Baru saja saya jumpa dengan Pak Kwik Kian Gie, sebagian dari tim penasihat ekonomi saya, terutama Pak Sandi. Kita membahas ekonomi secara cukup luas,” kata Prabowo di kediamannya, Senin (17/9/2018).

Dukungan atas pilihan terhadap Kwik Kian Gie pun datang. Partai Amanat asional (PAN) sebagai salah satu partai pengusung Prabowo-Sandiaga menyambut gembira merapatnya mantan Menko Perekonomian itu ke kubu Prabowo.

“Senang sekali beliau bergabung,” ujar anggota Dewan Kehormatan PAN Dradjad Wibowo, Selasa (18/9/2018).

“Konsep ekonomi beliau juga selalu menunjukkan totalitas keberpihakan kepada kepentingan rakyat dan negara. Meski demikian, konsep tersebut sering kali sangat realistis dan sangat layak diterapkan dari sudut pandang pelaku bisnis,” tuturnya.

Penulis : Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here