Saling Bantah antarpejabat Soal Impor Beras

0
197
Foto:ist

Jakarta, namalonews.com – Gara-gara soal impor beras, antarpejabat saling bantah. Hal itu dipertontonkan oleh Direktur Utama Badan Urusan Logistik (Bulog) dan Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita.

Direktur Utama Bulog, Budi Waseso (Buwas) membantah bahwa dirinya meminta izin untuk memperpanjang impor beras seperti yang diungkapkan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.

“Jangan dibolak-balik saya minta izin impor baru. Saya tidak pernah minta izin impor baru. Perpanjangan baru itu surat kadaluarsa,” ungkap Budi dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Perum Bulog, Rabu (19/9/2018).

Sebagaimana diketahui bahwa hasil pemeriksaan Bulog menunjukkan tren harga beras di pasar masih stabil. Di beberapa wilayah ditemukan harga beras masih berada di level Rp9.000. Bahkan, ada yang harganya Rp8.200 untuk kualitas tertentu.

“Kami sedang evaluasi mengapa operasi pasar tidak terserap secara masif,” tutur Buwas.

Berdasarkan evaluasi pasar sementara, pasokan beras memang masih banyak. Sementara itu, kebutuhan masyarakat masih sedikit.

“Buktinya yang beli sedikit, atau kami suplai juga belum mau masih banyak. Maka itu yang menyebabkan operasi pasar Bulog belum masif,” katanya.

Sebelumnya, Enggartiasto mengatakan bahwa saat Bulog yang sudah berganti kepemimpinan ke tangan Budi Waseso justru dua kali meminta izin perpanjangan impor beras. Surat perpanjangan tersebut diajukan pada  tanggal 13 Juli 2018 dan  tanggal 23 Agustus 2019.

Pernyataan Buwas tersebut dibantah oleh Enggartiasto Lukita.

“Pak Buwas sendiri menandatangani permohonan perpanjangan izin impor (tambahan impor beras satu juta ton),” ungkap Enggar.

Lebih lanjut, Enggartiasto menegaskan bahwa kesepakatan tambahan impor satu juta ton beras tersebut diputuskan dalam rapat koordinasi di kantor Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution. Menurut keputusan rapat, tambah Enggartiasto, impor beras dilakukan karena perkiraan bakal terjadi kemarau panjang yang mengganggu produksi nasional.

Kemudian Enggartiasto pun merinci perihal rapat yang membahas tentang impor beras. Rapat pada 12 April 2018 yang lalu, jelas Enggartiasto, juga dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, dan Direktur Utama Bulog yang saat itu dijabat Djarot Kusumayakti.

“Itu (impor tambahan) sebenarnya rencananya Juli masuk. Akan tetapi, karena prosesnya panjang, Dirut Bulog meminta perpanjangan izin impor. Kami perpanjang. Lalu mereka minta perpanjangan kedua,” ujar Enggartiasto,  Rabu (13/9/2018).

Stok bulog saat ini, menurut Enggartiasto, memang mencapai sekitar 2,4 juta ton. Namun, lanjutnya, sekitar 811 ribu merupakan pasokan dalam negeri, sedangkan sisanya berasal dari impor sebelumnya.

“Kalau tidak impor sebelumnya, stok beras Bulog sebenarnya di bawah 1 juta ton,” tegas Enggartiasto.

Penulis : Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here